Mengenal Dysphoria Gender dan Ciri-cirinya
Foto: The Recovery Village

Mengenal Dysphoria Gender dan Ciri-cirinya

Sabtu, 15 Feb 2020 | 11:05 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Selebriti Lucinta Luna baru-baru ini diamankan oleh pihak kepolisian dalam kasus penggunaan narkoba. Lucinta Luna kemudian diketahui merupakan seorang transgender yang telah mengganti kelaminnya dari laki-laki ke perempuan, di Rumah Sakit Rajyindee Thailand pada 24 April 2006.

Dia diketahui mulai berperilaku layaknya seorang perempuan sejak berusia lima tahun. Setelah melakukan konsultasi dan pemeriksaan, Lucinta Luna didiagnosa mengidap dysphoria gender. Lalu, apa sebenarnya dysphoria gender itu?

Dysphoria Gender (disforia gender) adalah suatu gangguan identitas gender. Kondisi tersebut dialami oleh seseorang yang mengalami ketidaknyamanan lantaran adanya ketidakcocokan antara jenis kelamin biologis dengan identitas gender mereka.

Menurut American Psychiatric Association, disofria gender bukanlah penyakit kejiwaan. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu juga membutuhkan penangan medis.

Dysphoria Gender bisa disebabkan oleh suatu kondisi medis langka, seperti hyperplasia adrenal bawaan (Congenital Adrenal Hyperplasia/CAH), serta kondisi interseks atau yang dikenal dengan Hermaphroditisme.

Sejumlah penelitian juga mengatakan kalau dysphoria gender tidak hanya disebabkan oleh ketidakselarasan otak saja, tetapi bisa juga karena penyebab biologis yang terkait dengan perkembangan identitas gender.

Namun hingga saat ini, belum diketahui pasti apa yang menyebabkan gangguan ini terjadi. Pasalnya, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait kondisi ini.

Gangguan identitas gender memiliki ciri-cirinya tersendiri dan berbeda pada setiap usia. Akan tetapi, terdapat beberapa ciri-ciri umum yang bisa diketahui dari dysphoria gender ini.

Ciri-ciri pada anak:

1. Timbulnya rasa keinginan untuk menjadi gender lain.

2. Memiliki perasaan suka dengan teman yang jenis kelaminnya sama.

3. Menolak memakai pakaian, mainan dan melakukan permainan khusus sesuai gendernya.

4. Memiliki khayalan yang tinggi menjadi lintas gender.

Ciri-ciri pada remaja dan dewasa

1. Memiliki keinginan yang kuat untuk mengubah kebiasan gender yang dimilikinya sekarang.

2. Jijik melihat alat kelaminnya sendiri, merasa malu hinggga tidak menerimanya.

3. Tidak ingin mandi, berganti pakaian atau berhubungan seks agar alat kelaminnya tidak terlihat.

4. Hingga akhirnya keinginan untuk berganti gender semakin kuat.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...