Mengenal Hantavirus, Virus yang Bikin Warganet Gempar
Foto: Vanguard

Mengenal Hantavirus, Virus yang Bikin Warganet Gempar

Rabu, 25 Mar 2020 | 10:35 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Publik kembali dihebohkan dengan kabar terkait munculnya virus hanta atau hantavirus. Bahkan, hal ini sempat menjadi trending topic dunia dan Indonesia, di mana terdapat lebih dari 544 ribu cuitan yang dibuat oleh warganet.

Kabar ini merebak setelah seorang pria di China dikabarkan meninggal setelah tertular hantavirus. Pria tersebut berasal dari Provinsi Yunnan, China barat daya, dan meninggal pada Senin (23/3) ketika melakukan perjalanan ke Provinsi Shandong di timur.

Dilaporkan dari Global Times, setelah kejadian ini, 32 orang yang ada di dalam bus bersama pria tersebut juga ikut diperiksa. Usai melakukan pemeriksaan, pria tersebut meninggal bukan karena virus corona, namun hantavirus. Hal itu didasarkan dari tes nucleus acid di mana pekerja lainnya juga diminta untuk mengikuti tes yang sama.

Sejumlah pakar kesehatan pun kemudian meluruskan presepsi keliru terkait hantavirus ini. Mengutip dari Kumparan.com, Dr Junaid, seorang dokter spesialis anestesi melalui akun Twitternya (@juneymb) menyebutkan bahwa hantavirus bukan virus baru karena sudah sejak lama diidentifikasi oleh ilmuwan dan praktisi medis. Selain itu, penyakit ini juga bersifat zoonosis dan menular dari tikus ke manusia.

Hantavirus pertama kali diketahui setelah ditemukannya kasus infeksi pada lebih dari 3.000 tentara Amerika di Korea pada tahun 1951-1954. Penularan hantavirus ke manusia bisa terjadi baik melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau kotak dengan eksresinya seperti saliva, urin ataupun feses.

Selain itu, dapat pula terjadi melalui aerosol dari debu atau benda-benda yang telah terkontaminasi oleh urin dan feses hewan pengerat yang mengandung hantavirus. Penularan dari manusia ke manusia juga belum pernah dilaporkan. Masa inkubasi dari penyakit ini yakni sekitar 1-8 minggu setelah terpapar sampai seseorang menunjukkan gejala penyakit.

Ketika awal terjangkit virus ini, gejala yang muncul yakni kelelahan, demam, nyeri otot pada paha, pinggul, punggung dan bahu. Dalam beberapa kasus, pasien juga merasakan sakit kepala, kedinginan, mual, muntah, hingga diare.

Mengutip dari Kompas.com, pengendalian penyakit ini dilakukan dengan menggunakan vaksinasi yang dinilai efektif untuk pencegahan infeksi hantavirus. Vaksin multi valent rekombinan yang telah dikembangkan ini terdiri dari beberapa strain/serotipe hantavirus yang dapat mencegah terjadinya infeksi. Vaksin Hanta yang berasal dari jaringan ginjal garbil dan hamster telah banyak diproduksi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...