Mengenal Lebih Dekat Arti Halusinasi dan Delusi
ilustrasi

Mengenal Lebih Dekat Arti Halusinasi dan Delusi

Kamis, 4 Jul 2019 | 07:41 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Halusinasi dan delusi adalah contoh gejala yang sering muncul pada penderita gangguan psikologis. Kedua kondisi ini biasanya menandakan penyakit yang berbeda. Namun, ada pula gangguan psikologis yang menunjukkan kedua gejala ini bersamaan.

Perbedaan halusinasi dan delusi

Halusinasi adalah sensasi tak nyata yang tercipta oleh pikiran sendiri. Orang yang mengalami halusinasi dapat melihat sesuatu, mendengar suara, hingga mencium bebauan yang sesungguhnya tidak ada.

Selain menjadi gejala dari beberapa gangguan psikologis, halusinasi juga bisa disebabkan oleh efek samping obat, mabuk akibat minum alkohol, atau penyakit yang bersifat fisik seperti epilepsi.

Halusinasi dan delusi adalah dua hal yang berbeda. Delusi bukanlah suatu sensasi, melainkan sebuah keyakinan kuat yang bertentangan dengan kenyataan.

Orang yang mengalami delusi memercayai sesuatu yang sebenarnya salah atau tidak ada.

Delusi dapat menjadi gejala dari penyakit tertentu, seperti skizofrenia, atau muncul sebagian bagian dari masalah psikologis yang disebut gangguan delusi. Pemicunya dapat berasal dari faktor genetik, kelainan sistem saraf, serta stres.

Bisakah halusinasi dan delusi terjadi secara bersamaan?

image0

Kendati berbeda, halusinasi maupun delusi dapat terjadi secara bersamaan pada penderita gangguan psikologis tertentu. Jika terjadi bersamaan, kedua kondisi ini umumnya menandakan gangguan berikut:

1. Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi cara penderita dalam berpikir, merasakan emosi, dan berperilaku. Penderita skizofrenia tampak seperti individu yang kehilangan kontak dengan realitas sebenarnya.

Gejala skizofrenia terbagi menjadi tiga kategori, sebagai berikut:

  • Gejala positif, yakni perilaku yang menunjukkan bahwa penderita memiliki realitas yang berbeda. Misalnya halusinasi, delusi, cara berpikir yang tidak biasa, dan gerak tubuh di luar kendali.
  • Gejala negatif, atau perilaku yang mengganggu kehidupan normal sehari-hari. Contohnya, raut wajah yang datar, tidak adanya kesenangan dari melakukan kegiatan, serta kesulitan saat melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Gejala kognitif, yang ditandai dengan penurunan kemampuan mengingat, memahami informasi, mengambil keputusan, dan memusatkan perhatian.

2. Gangguan delusi

Penderita gangguan delusi juga dapat mengalami halusinasi yang berkaitan dengan jenis delusi yang mereka alami. Contohnya, seseorang yakin bahwa dirinya memiliki bau badan dapat berhalusinasi mencium bau dari tubuhnya.

Ada pula jenis delusi yang disebut erotomania. Delusi ini membuat penderitanya meyakini bahwa seseorang yang ia kagumi telah jatuh cinta kepadanya. Penderita bisa saja berhalusinasi melihat atau mendengar suara sosok tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...