Mengenal Lebih Dekat dengan Istilah Dermatitis dan Gejalanya
ilustrasi

Mengenal Lebih Dekat dengan Istilah Dermatitis dan Gejalanya

Kamis, 9 Apr 2020 | 05:55 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Dermatitis adalah peradangan kronis yang menyebabkan kulit tampak bengkak dengan ruam kemerahan dan terasa amat gatal. Dermatitis merupakan salah satu penyakit kulit yang sangat umum dengan macam-macam jenis yang juga sama lazimnya. Setiap jenis dermatitis memiliki faktor pemicu dan gejala yang berbeda. Macam-macam cara pengobatan dermatitis pun dibedakan berdasarkan jenis penyakitnya.

Macam-macam jenis dermatitis yang perlu diketahui

Setiap orang bisa mengalami dermatitis. Kendati demikian, dermatitis ada macam-macam. Masing-masing orang mungkin memiliki jenis dermatitis yang berbeda antar satu sama lain.

Beberapa jenisnya rerata cenderung menyerang kelompok orang atau usia tertentu. Ambil contoh dermatitis seboroik dan dermatitis atopik (eksim) yang rata-rata kasusnya ditemukan pada bayi atau anak kecil.

Di sisi lain, Anda juga mungkin dapat terkena lebih dari satu jenis dermatitis secara bersamaan.

Berikut ini adalah macam-macam jenis dermatitis yang ada di dunia:

1. Dermatitis atopik

Dermatitis atopik (eksim) adalah jenis yang paling umum dan dapat terjadi pada orang di segala usia. Namun, eksim lebih sering muncul pada bayi dan anak-anak. Terutama anak-anak yang lahir dari orangtua dengan riwayat asma, alergi makanan, dan dermatitis.

Eksim menyebabkan kulit mengalami peradangan yang ditandai dengan ruam kemerahan dan gatal-gatal. Apabila kulit yang terdampak terus digaruk maka gejala eksim akan bertambah parah dan kulit akan menjadi sangat kering dan menebal.

Macam-macam kondisi yang dapat menyebabkan dermatitis atopik adalah:

  • Kondisi udara yang kering atau perubahan udara secara ekstrem
  • Iritan dari bahan kimia seperti deterjen, sabun, parfum, dan pewangi
  • Tungau
  • Bulu binatang
  • Infeksi kulit seperti kudis
  • Bahan pakaian tertentu, seperti kain wol
  • Perubahan hormon
  • Alergi makanan

Pengobatan untuk dermatitis atopik biasanya adalah bertujuan untuk mengendalikan gejala dengan beberapa cara seperti:

  • Menjaga kulit tetap lembab dengan rutin mengoleskan pelembab.
  • Mengoleskan krim atau salep kortikosteroid pada kulit yang terdampak sesuai anjuran dokter.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mengontrol kerja sistem imun.
  • Melakukan terapi sinar ultraviolet (UV).

2. Dermatitis kontak

Masalah kulit yang diakibatkan dari adanya kontak dengan zat atau substansi tertentu disebut dengan dermatitis kontak. Meskipun reaksi tidak langsung muncul sesaat penderita menyentuh sunstansi tersebut. Orang dengan eksim memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena dermatitis kontak.

Gejala yang ditunjukkan oleh jenis dermatitis ini dapat berupa kulit kering dan bintik-bintik kemerahan yang disertai dengan rasa gatal dan sensasi terbakar. Terkadang bagian kulit yang terdampak juga bisa mengelupas.

Terdapat dua jenis dermatitis kontak yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Macam-macam dermatitis kontak ini  dibedakan berdasarkan macam-macam iritan dan alergen pemicunya.

Dermatitis kontak iritan

Anda bisa mengetahui kondisi dermatitis kontak iritan melalui macam-macam reaksi peradangan kulit yang ditunjukkan setelah menyentuh atau terkena:

  • Zat kimia yang bersifat asam dan basa
  • Pemutih atau penghalus pakaian
  • Detergen
  • Zat pewarna
  • Semen
  • Sampo

Paparan terhadap macam-macam zat kimia secara menerus bisa menyebabkan seseorang mengalami jenis dermatitis kontak.

Oleh karena itu, orang yang bekerja di pabrik atau industri kimia sangat berisiko tinggi untuk mengalami penyakit kulit ini.

Dermatitis kontak alergi

Sementara menurut National Eczema Society, macam-macam alergen yang dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi adalah:

  • Lateks dan karet
  • Pewarna bahan dan baju
  • Tanaman seperti poison ivy
  • Bahan kimia dalam produk kosmetik
  • Bahan logam seperti nikel dan kobalt

Respons berlebihan dari sistem imun memengaruhi terjadinya reaksi peradangan pada kulit.

Untuk mengetahui apakah Anda memang sensitif terhadap bahan tertentu yang menjadi iritan dan alergen, sebaiknya Anda melakukan pengujian di rumah sakit melalui tes untuk dermatitis kontak. Anda dapat dianjurkan menjalani tes berupa patch test, tes darah, atau biopsi kulit.

Macam-macam pengobatan melalui krim kortikosteroid, pelembab non-kosmetik, dan antihistamin bisa mengatasi gejala dermatitis kontak. Akan tetapi, tindakan pencegahan untuk menghindari kontak dengan iritan dan alergen merupakan cara yang paling tepat untuk pengobatan penyakit ini.

Bagi Anda yang kemungkinan besar rutin terpapar oleh iritan dan alergen penyebab dermatitis kontak seperti di atas, cobalah menggunakan alat pelindung kulit, seperti masker serta sarung tangan dan kaki.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...