Mengenal Sindrom Ehlers-Danlos, Penyakit Langka yang Diidap Sia

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Mengenal Sindrom Ehlers-Danlos, Penyakit Langka yang Diidap Sia Sumber: Sky News

Winnetnews.com - Penyanyi dan penulis lagu asal Australia, Sia Furler atau yang akrab dipanggil dengan nama Sia, baru saja mengungkapkan kalau selama ini dirinya sedang melawan gangguan neurologis langka yang dideritanya.

Informasi itu ia sampaikan sendiri melalui akun Twitternya @Sia, pada Jumat (4/10).

Dalam cuitannya itu, Sia menuliskan dia mengaku sedang mengidap gangguan neurologis yang dikenal disebut dengan sindrom Ehlers-Danlos (EDS) yang kronis.

“Aku hanya ingin mengatakan pada kamu yang juga menderita sakit kronis, baik itu fisik atau psikis, aku mencintai mu, tetap semangat. Hidup memang berat. Rasa sakit menghilangkan semangat, dan kamu tidak sendiri,” tulis penyanyi dengan gaya eksentrik ini.

Diketahui, sindrom Ehlers-Danlos adalah gangguan neurologis yang memengaruhi jaringat ikat, utamanya pada kulit, persendian, dan dinding pembuluh darah.

Dilansir dari Mayo Clinic, orang yang memiliki gangguan ini biasanya mempunyai persendian dan kulit yang rapuh. Kulit juga akan mudah memar dan terluka. Bahkan, dalam kondisi yang lebih parah, sindrom tersebut bisa memengaruhi dinding pembuluh darah, usus, dan rahim.

National Institute of Health (NIH) mengatakan, kalau ada 13 jenis sindrom Ehlers-Danlos. Orang yang mengidap sindrom ini umumnya akan mengalami bekas luka yang terus melebar dari waktu ke waktu.

Kondisi ini dianggap langka lantaran hanya menyerang 1 dari 5 ribu orang di seluruh dunia.

Keadaan ini lah yang membuat pelantun ‘Chandelier’ ini memilih untuk mengenakan wig, selain untuk melindungi privasinya, ia juga mau mengaburkan wajahnya agar tidak terlihat oleh orang lain.

Sebelumnya, Sia  juga pernah mengungkapkan kondisi kesehatannya kepada Billboard di tahun 2013. Ketika itu, ia mengatakan kalau sedang mengalami ketergantungan resep obat selama kecanduan alkohol.

“Aku sangat kecanduan Vicodin dan Oxycodone, dan selalu minum alkohol, tetapi aku tidak tahu aku seorang pecandu alkohol. Aku benar-benar tidak bahagia menjadi seorang seniman dan aku menjadi semakin sakit,” ujarnya seperti dikutip dari Liputan6.com.

Sia pun merayakan kesembuhannya melalui akun Twitternya, “Delapan tahun bebas alkohol hari ini. Aku mencintaimu, teruslah berjalan. Kamu bisa melakukannya,” tulisnya.

Apa Reaksi Kamu?