Mengenali Dampak Jangka Panjang Insecure dan Cara Mengatasinya
Foto: via hiveminer.com

Mengenali Dampak Jangka Panjang Insecure dan Cara Mengatasinya

Selasa, 21 Jan 2020 | 16:58 | Lubena Cachyaning Ismaya

Winnetnews.com - Manusia pasti pernah merasakan dimana  dirinya merasa tidak berharga, merasa kurang, dan selalu ingin terlihat sempurna untuk dirinya ataupun untuk publik.  Merasa gelisah dan tidak aman dengan dirinya sangatlah wajar, alhasil kurangnya percaya diri seseorang sering kali disebabkan perasaan yang bernama insecure. Perasaan insecure dapat terjadi kepada siapa saja. Insecurity sendiri adalah perasaan tidak aman yang terjadi saat kamu malu, merasa bersalah, kekurangan atau tidak mampu. Jadi sangatlah wajar untuk kita semua merasakan yang namanya insecure dalam diri kita.

Rasa insecure bisa datang kapan saja dan dimana saja. Bisa pula membuat keseharian kita menjadi terganggu. Insecurity akan muncul karena berbagai hal, yakni disebabkan oleh diri sendiri atau bahkan orang lain. Misalnya karena kurangnya bersyukur dan selalu membandingkan diri dengan orang lain yang dianggap lebih punya poin plus, sehingga kita tidak mampu melihat kelebihan yang ada pada diri kita sendiri. Terlebih lagi di era sekarang media sosial menjadi platform untuk seseorang bebas mengekspresikan dirinya atau untuk sekedar membagikan apa yang mereka punya baik dari segi fisik, akademik maupun materi, itu bisa menjadi pemicu seseorang menjadi insecure.

Ternyata bukan hanya dari dalam saja rasa insecure muncul  tetapi insecure sendiri juga bisa terjadi di lingkungan atau circle kamu sendiri, seperti contohnya omongan-omongan negatif tentang kekuranganmu dan akhirnya membuat kamu merasa tidak percaya diri, canggung dan berujung overthinking. Padahal kita sudah mengatur strategi sedemikian mungkin untuk hari-hari menjadi berwarna tetapi dengan adanya omongan-omongan negatif tersebut membuat mood kita kacau dan perasaan ketidaknyamanan muncul. 

image0
via Pinterest/Cynthia

Pepatah bilang apa yang berlebihan juga tidak baik sama halnya merasa insecure terus-menerus sangatlah tidak baik, dan berbagai dampak jangka panjang dari rasa insecure sendiri, bisa kamu simak sebagai berikut.

Dampak insecure jangka panjang

Merasa insecure untuk suatu alasan sangatlah manusiawi dan wajar tetapi tidak wajar jika mengalami rasa insecure  terus-menerus.

“Insecure dengan jangka panjang juga tidak baik karena bisa membuat diri kita menjadi kepribadian yang pasif dalam contoh jika ada seseorang yang mengajak kita untuk berbicara, seluruh badan kita menunjukan bahwa diri kita pasif, tidak mampu atau tidak nyaman menyampaikan pendapat kita,” ujar Diena, seorang psikolog yang juga bekerja sebagai dosen di salah satu kampus Jakarta. 

“Selain itu, insecure secara terus menerus juga dapat mengganggu mental kita, selalu memikirkan berlebihan atau overthinking hal negatif tentang diri kita, berujung sedih dan bahkan bisa sampai ke titik menyakiti diri, jadi bisa mengganggu mental kita,” lanjutnya.  

Namun, kita tidak bisa langsung menganggap insecure sebagai mental illnes, tetapi jika sudah terjebak dengan insecure secara terus menerus dan berujung overthinking atau bahkan sampai menyakiti diri kita dan mengganggu mental, kita harus cepat butuh penanganan khusus oleh Psikolog.

Melihat dampak jangka panjang dari insecure tersebut tidak bisa juga dianggap sepele, bagaimanapun merasa insecure sangatlah tidak bagus apalagi untuk kebahagian diri sendiri dan keseharian kita juga akan terganggu, untuk kalian yang mengalami atau sering merasa insecure, beberapa cara untuk mengatasi rasa insecure sebagai berikut.

Cara-cara mengatasi insecurity

  1. Stop membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain dan jangan lupa bersyukur. You’re not created to be compared, Tuhan menciptakan setiap makhluknya berbeda-beda yang pastinya dengan ukuran kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda juga, jangan selalu berpikiran bahwa kamu tidak berharga, kamu tidak pintar ataupun memandang dirimu rendah, dan berakhir selalu membanding-bandingkan dirimu dengan dirinya. Ingat setiap orang mempunyai takarannya masing-masing jadi tetaplah bersyukur dengan apa yang sekarang kamu punya.
  2. Kurangi penggunaan media sosial. Media sosial memang suatu platform yang mengizinkan kita bebas berekspresi, serta gudangnya segala informasi. Tetapi dengan mengurangi penggunaan sosial media kamu jadi bisa lebih fokus terhadap dirimu dan tidak lagi membanding-bandingkan orang di sosial media dengan dirimu.
  3. Lingkungan yang positif. Di saat kamu sedang down karna rasa insecure, kamu butuh lingkungan yang menyebarkan aura positif, seperti teman atau keluarga mungkin kamu bisa meminta dukungan dari mereka jika sedang merasa tidak percaya diri, jauhkan diri jika ada orang terdekatmu yang tidak memberi positif vibe untuk dirimu.
  4. Self-love. Kunci kedua setelah bersyukur adalah mencintai dirimu sendiri, self-love sendiri bisa berupa apa saja, contohnya kamu bisa  selalu bilang didepan kaca “kamu cantik hari ini” atau mungkin kamu bisa menulis sesuatu di kertas tentang poin plus-mu, apa yang kamu suka dari dirimu, tentang pujian-pujian positif yang orang-orang pernah sampaikan kepada  dirimu, tulis apa saja tentang poin plus-mu dan selalu ingat setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Each of us are special and unique in our own, bahwa tidak ada produksi lain seperti dirimu di dunia ini.

Jadi, untuk kalian yang sering merasa dirinya kurang dan selalu memandang diri kalian rendah ketahuilah bahwa tuhan telah menciptakan makhluknya dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Kamu memang mempunyai kekurangan tetapi itu bagian dari diri kita sehingga membuat diri kita berbeda dan unik. 

Kalian boleh merasa insecure tapi bukan berarti itu menjadi suatu hambatan untuk melakukan sesuatu dan berkarya apapun, jadikanlah omongan-omongan orang yang membuat kalian insecure itu sebagai pemacu untuk menjadi diri yang lebih baik, cobalah untuk lebih menerima diri kalian dan menerima apa yang kalian punya sekarang untuk kebahagian mental kalian. Jadi, daripada insecure mending kita ber-syucure. (*)

 

 

--------------------
Lubena Cachyaning Ismaya adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...