Menghidupkan Kembali Obor di Kota Bekasi Yang Hampir Mati
Suasana kebersamaan di Lebaran Betawi Kampung Sawah/foto: Dok. KOASI

Menghidupkan Kembali Obor di Kota Bekasi Yang Hampir Mati

Selasa, 6 Des 2016 | 20:51 | Redaksi WinNetNews

WinNetNews.com - Kita pasti sepakat bahwa kebudayaan yang ada di daerah kita masing-masingharus dijaga, dilestarikan, diwariskan bahkan dikembangkan. Namun tujuan besar dan mulia itu tidak cukup hanya diwacanakan, didiskusikan apalagi hanya sekedar obrolan di warung kopi. Perlu upaya dan kegiatan kongkrit yang mewadahi dan menjembatani niat besar tersebut.

Dari sebuah kampung di daerah perbatasan antara Kota Jakarta dan Kota Bekasi, sebuah kampung yang namanya terkenal hingga Negara Kincir Angin, nama kampung tersebut adalah “Kampung Sawah” dimana daerah ini menurut para sesepuh dan tokoh masyarakat kampung sawah, bahwa di daerah ini memiliki beberapa situs-situs peninggalan sejarah seperti Masjid, Gereja, Rumah adat betawi dan Sumur Tua. Dan bukan hanya situs-situs tersebut yang masih berdiri kokoh di kampung sawah akan tetapi kesenian budaya betawipun masih di lestarikan.

Melihat dari potensi besar yang ada di Kota Bekasi ini,lambat laun jika ini tidak menjadi perhatian khusus, maka potensi besar tersebut akan punah seiring berkembangnya budaya modernisme. Salah satu upaya yang dilakukan oleh sebuah komunitas masyarakat Kampung Sawah untuk menjaga potensi ini adalah membentuk KOASI (KomunitasOrang Bekasi). Kegiatan KOASI dalam menjaga potensi ini adalah menggelar “Lebaran Betawi Kampung Sawah” yang mengangkat Tema “Nyok Rame-rame kite Jage Budaya Kite”. Ini merupakan kegiatanperdana yang dilakukan oleh KOASI untuk menjaga potensi tersebut. Acara yang diselenggarakan pada 16 Agutus 2016 lalu,di hadiri dan dibukaoleh Wakil Walikota Bekasi H. Ahmad Syaikhu. Setelah sukses dengan kegiatan perdana ini, KOASI berencana akan mengagendakan kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan.

Dalam hal ini, Ketua KOASISarin Sarmadi mengatakan, demi terwujudnya kegiatan tersebut setiap tahunnya Pengurus KOASI akan menggandeng Pemkot Bekasi, bahkan dengan semangat besar masyarakat Bekasi yang tergabung dalam KOASI akan menggandeng Pemprov Jawa Barat.

"Penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah sebuah wujud nyata dimana nilai budaya itu terlestarikan sehingga dapat dinikmati seluruh masyarakat dan khususnya anak cucu kita. Kekayaan budaya Betawi itu memang harus dijaga dan dipelihara. Jangan sampai punah dan hilang. Jangan sampai muncul jargon di masyarakat “Anak muda betawi sekarang udeh keilangan obor” artinya terputus, gelap dan kehilangan jejak tentang betapa kayanya budaya betawi. Agar generasi muda dan masyarakat Indonesia paham dan tidak kehilangan obor, maka KOASI menyelenggarakan kegiatan ini,"jelasnya.

Sebuah kebudayaan di suatu negara adalah menjadi sebuah mutiara yang akan menjadi citra positif dan nilai jual tersendiri. Maka mulai hari ini mari kita selaku generasi muda bangsa ini, tergeraklah hatinya untuk melestarikan kebudayaan kita, kalau bukan kita siapa lagi...?

Penulis: Hakim

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...