Mengintip Kelucuan Karena Paniknya Pejabat dan Mantan Timses Anies
Sumber : Istimewa

Mengintip Kelucuan Karena Paniknya Pejabat dan Mantan Timses Anies

Minggu, 25 Mar 2018 | 20:41 | Oky

Winnetnews.com - Usai isu penutupan Alexis ramai, beberapa peristiwa sesudahnya cukup bikin ngakak.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, juga mengatakan ramainya penutupan alexis amat lucu apabila tak berasal dari perintah gubernur.

Peristiwa lucu usai isu penutupan itu terjadi pada Kamis (22/3/2018) petang.
Usai surat tersebar dan berita ramai di media daring.

Dan wartawan yang berada di lingkungan balaikota jadi sasaran telepon bertubi-tubi dan klarifikasi meralat dan mengubah pernyataan sebelumnya dari para pejabat.

Sekitar pukul 18.00, salah satu wartawan ditelepon anggota TGUPP bidang percepatan pembangunan, Naufal Firman Yusrak.

Naufal merupakan anggota TGUPP yang sebelumnya tergabung di tim media sekaligus juru bicara Anies saat Pilgub DKI.

Salah seorang wartawan di media daring, menceritakan, Naufal sempat menghubungi salah seorang wartawan terkait pemberitaan menyangkut penutupan Alexis.

Naufal disebut menanyakan asal surat Satpol PP yang beredar itu.

Selain itu Naufal juga meminta rekaman 2 pejabat pemprov DKI yang membenarkan bahwa Alexis bakal ditutup ke wartawan.

Permintaan Naufal ke salah satu wartawan membuat beberapa rekan wartawan lain tersulut, dan meminta agar tak ada yang menyerahkan rekaman itu.

Naufal sempat menelepon kedua kalinya ke wartawan yang sama untuk kembali meminta rekaman. Tapi permintaam lagi-lagi ditolak.

Menurut wartawan itu, ia sempat diminta menyerahkan rekaman telepon dengan 2 narasumber yang membenarkan penutupan alexis.

Namun wartawan itu menolak permintaan juru bicara Anies-Sandi saat Pilkada 2017 lalu itu dengan alasan melindungi narasumber.

"Saya bilang saya tidak mau diintimidasi, karena kalau saya memberikan rekaman telepon ke dia (Naufal) itu menyalahi aturan jurnalistik," kata wartawan itu.

Ketika ditanya apa benar Naufal sedang mencari siapa yang membocorkan, ia menolak menjawab.

Telepon ditutup dan Naufal tak sempat bicara apa-apa lagi.

Berikutnya justru narasumber yang membenarkan informasi alexis akan ditutup gantian menelepon wartawan.
Pejabat eselon 3 itu membantah bahwa dia mengucapkan seperti yang tertulis di media.

Dia membantah bahwa menyebut kalimat 'tamat riwayatmu alexis'.

Kalimat itu jadi judul di salah satu media online.

Tapi wartawan kemudian membalas dan menyebut punya rekaman pembicaraan itu sampai pejabat tersebut terdiam.

Dia lalu mengaku ditegur Naufal Firman Yusrak, anggota TGUPP yang juga mantan jubir Anies selama kampanye dan Pilgub DKI.

"Tolong mas, mbak, ini gimana kerja saya, gimana anak istri saya ya Allah," ujarnya dari telepon.

Pembicaraan dengan narasumber yang kedengaran panik itu berakhir setelah wartawan berjanji mengklarifikasi berita.

Bukan wartawan salah kutip, tapi Narsum itu menarik kata-kata sebelumnya dan membuat pernyataan baru.

Belum lama dari jam itu, narsum lain yang membuat pernyataan membenarkan alexis akan ditutup gantian menelepon wartawan.

Salah seorang wartawan yang ditelepon adalah wartawan perempuan. Sebab sebelumnya dari ponsel wartawan itulah narsum tersebut dihubungi.

Dia menelepon lalu bicara minta alamat dan mau kirim surat. Setelah bicara panjang lebar yang kurang jelas, pejabat itu menutup telepon.

Tapi beberapa saat setelah telepon ditutup, seorang staf gubernur menelepon lagi wartawan lain di lingkungan balaikota DKI.

Staf gubernur itu menyebut bahwa narasumber yang barusan menelepon mau meralat pernyataannya atas permintaan gubernur.

"Saya staf gubernur, ini pak hidayat diminta pak gub untuk meralat pernyataannnya," ujar staf gubernur itu di telepon.

Hanya beberapa saat usai telepon ditutup, narasumber yang barusan menelepon datang press room di lingkungan Balaikota, dimana sejak petang wartawan sudah banyak berkumpul disana.

Narasumber itu kelihatan berair matanya dan terlihat khawatir.

Dia menyampaikan beberapa hal, terutama terkait bahwa dia tak pernah membocorkan surat penutupan alexis itu.
Setelah itu wartawan meralat semuanya. Tapi hanya berupa penarikan pernyataan.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, mengatakan, apa yang dilakukan Naufal menunjukkan tumpang tindihnya keberadaan TGUPP dengan SKPD.

"TGUPP kan tugasnya memberi masukan kepada gubernur, bukan kerja operasional mas. Apalagi sampai sibuk mencari wartawan, dan lainnya," kata Gembong ketika dihubungi, Minggu (25/3/2018).

Anggota TGUPP, Naufal Firman Yusrak, belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini.
Naufal tak menjawab ketika ditelepon Warta Kota, dan pesan singkat via whatsapp pun tak dibalas.

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Pemprov DKI, Dian, mengaku akan mengonfirmasi terkait seluruh hal tersebut ke anak buahnya.

Tapi begitu ditelepon lagi untuk diminta hasilnya, Dian tak mengangkat lagi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...