Mengungkap Berbagai Hal di Balik Kasus-Kasus Pelecehan Seksual di Tempat Umum
via New York Times, Art direction by Rodrigo Honeywell.

Mengungkap Berbagai Hal di Balik Kasus-Kasus Pelecehan Seksual di Tempat Umum

Kamis, 19 Des 2019 | 11:30 | Marchia Dorothee

Winnetnews.com - Jakarta menempati peringkat dua dari 34 provinsi yang memiliki kasus pelecehan seksual di setiap harinya. Selama tahun 2019, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menerima 319 laporan kekerasan seksual yang dilakukan di DKI Jakarta. Angka tersebut merupakan bagian dari 2.318 laporan yang masuk sejak awal 2018 hingga Maret 2019.

Meskipun pelecehan seksual merupakan suatu hal yang tidak senonoh. Namun, kerap kali para pelaku mengaku tidak bermaksud melakukan hal tersebut dengan sengaja. Melainkan, tergoda oleh beberapa faktor yang terdapat pada korban, sehingga terdorong untuk melakukan hal tersebut. 

Maraknya kasus pelecehan seksual pada kalangan milenial di Jakarta menjadi bukti kurangnya pengetahuan mengenai cara mencegah dan menanggulangi pelecehan seksual.

Maka dari itu, artikel ini akan membahas tentang beberapa cara untuk mencegah dan menghindari terjadinya kasus pelecehan seksual kepada kaum milenial yang kerap kali menjadi korban dari pelecehan seksual. Berikut ini merupakan beberapa contoh cara pencegahan pelecehan seksual :

1. Edukasi para milenial untuk dapat menjaga diri sendiri.

Edukasi untuk menjaga diri sendiri dapat diberikan melalui banyak bentuk. Beberapa diantaranya adalah, memberi edukasi dalam bentuk arahan atau tindakan yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual pada diri mereka. Contohnya, menghindari tempat-tempat yang rawan terjadi pelecehan seksual, tidak berpergian seorang diri, dan lain sebagainya. 

2. Gunakan pakaian yang sopan dan cenderung tertutup

Sekalipun cara ini kurang berpengaruh untuk menghindari beberapa tindakan pelecehan seksual, namun dengan menggunakan pakaian yang sopan dan cenderung tertutup secara tidak langsung akan tidak lebih mengundang para pelaku pelecehan seksual untuk menjalankan aksinya pada diri Anda.

3. Penegakan hukum yang jelas

Upaya pencegahan ini berlaku untuk pemerintah dan juga orang-orang yang memiliki kuasa lebih terhadap suatu lingkungan. Misalnya, tempat-tempat umum seperti halte bus, stasiun kereta, jembatan penyebrangan, dsb perlu diberikan plang dilarang melakukan pelecehan seksual dan apabila tertangkap oleh kamera cctv dan ketahuan melakukan tindakan tsb, maka akan. Dikenakan sanksi penjara ataupun sanksi-sanksi yang memang setimpal dengan perbuatan mereka.

4. Selalu waspada di mana pun Anda berada.

Perlu juga tindakan untuk mengamati keadaan sekitar, agar kita dapat mengetahui apakah ada gerak gerik yang mencurigakan atau tidak. Usahakan Anda dapat selalu siap untuk melawan atau kabur jika bertemu orang yang berpotensi melakukan pelecehan seksual pada Anda. Jangan sungkan atau ragu untuk menghindar dari orang tersebut.

5. Bersikap tegas pada pelaku.

Jika Anda mendapat perlakukan seperti perilaku seksual, pemaksaan seksual, dan penyuapan seksual, Anda harus dapat menolak dengan tegas dan sebaiknya langsung meminta bantuan pada orang lain agar tindakan tersebut dapat dihentikan.

6. Suarakan pendapat Anda!

Jika Anda melihat berbagai tindakan yang menjurus pada pelecehan seksual pada orang lain, jangan ragu untuk menyuarakan pendapat Anda. Karena tindakan anda dapat menghentikan perilaku tersebut. Saat ini sangat banyak bentuk pelecehan seksual dimana pelaku tidak menyadari bahwa aksinya sudah termasuk dalam pelecehan seksual.

Kesimpulannya adalah apabila kalian mengalami pelecehan seksual jangan segan untuk menyuarakan cerita dan pendapat anda. Karena cerita yang pendapat anda sangat berguna untuk orang lain. Jangan pernah takut untuk tidak dibela oleh pihak berwajib, karena Komnas Perempuan akan selalu siap untuk membela korban dari pelecehan seksual. Saya harap pembekalan mengenai pencegahan dan cara mengatasi pelecehan seksual di ruang publik tersebut dapat berguna bagi pembaca khususnya kaum milenial. (*)

 

---------------
Marchia Dorothee adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...