Bag 1 Mengurai Pengungkapan Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Abu Dhabi dan Damaskus

Zulkarnain Harahap

Dipublikasikan 4 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Bag 1 Mengurai Pengungkapan Kasus Perdagangan Manusia Jaringan Abu Dhabi dan Damaskus
Jumpa pers pengungkapan kasus TPPO/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Kasus perdagangan manusia kembali terjadi. Kali ini jaringan Abu Dhabi dan Damaskus. Meski aparat melalui Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri baru saja mengungkap jaringan lainnya, Kamis (10/08/2017), peristiwa ini masih tetap terjadi.

Maka sebenarnya, bagaimana jaringan itu masih mau melakukan pelanggaran kejahatan terhadap manusia itu?

Sisi ekonomis memang menjadi kunci sehingga jaringan kriminal ini masih mau melakukannya. Sebut saja jaringan F yang tertangkap Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri.

F yang melakukan "jual-beli" manusia itu memiliki sindikat hingga ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dari agen yang juga merupakan bagian sindikatnya, F menerima US$ 3200 per kepala calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang jadi korbannya. Saat ditangkap, F diduga baru saja "menjual" seratusan lebih manusia.

Uang tersebut oleh sindikat atau jaringan ini kemudian diserahkan kepada "petugas" mereka dengan tugas masing-masing antara lain untuk sponsor Rp. 1,4 Milyar, pengurusan pasport sebesar Rp. 330 Juta, pengurusan surat sehat ke klinik Rp. 143 Juta, pengurusan visa sebesar Rp. 268 Juta.

Kelindan masalah semakin rumit saat aparat kemudian menduga adanya keterlibatan juga dengan oknum Kedutaan Besar dari negara yang mereka tuju.

"Masih kita dalami keterlibatan oknum Kedutaan Besar dari negara yang dituju. Diduga ada kerjasama dengan para tersangka dalam pengurusan visa tersebut," kata Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Gedung sementara Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

Selain itu juga, dana tersebut diduga mengalir ke jaringan yang ada di bandara yaitu seorang oknum berinisial S. Diduga menerima Rp. 660 Juta dari kegiatan membantu proses pemberangkatan seratusan lebih TKI jaringan F di Bandara.

"Dana tersebut juga digunakan oleh jaringan F untuk membeli tiket dari travel sebesar kurang lebih Rp. 880 Juta ke Abu Dhabi. Perjalanan para korban dari pengembangan tiket yang dibeli oleh jaringan F adalah Jakarta transit Singapura dan Dubai," terang Ari.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...