Menhan Tegaskan Pembebasan 10 WNI Tidak Perlu Penuhi Tuntutan Perompak

Menhan Tegaskan Pembebasan 10 WNI Tidak Perlu Penuhi Tuntutan Perompak

Selasa, 29 Mar 2016 | 15:10 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia terus memantau setiap yang terjadi pada penyanderaan tersebut. Purnawirawan jenderal TNI tersebut menegaskan agar pembebasan 10 WNI yang disandera tidak perlu dengan memenuhi tuntutan perompak dengan tebusan sebesar 50 juta peso atau Rp 15 miliar apabila memungkinkan pembebasan tanpa membayar. Menhan menggandeng TNI AL untuk terus memantau perkembangannya.

"Kasus pembajakan kapal di Filipina ini sedikit berbeda dengan yang terjadi di Somalia pada 2011. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Filipina terkait pembajakan tersebut,"kata Ryamizard. 

Baca Juga: Kemenlu Pastikan Kapal Berbendera Indonesia Di Bajak Kelompok Abu Sayyaf

Saat ini, Kapal Brahma 12 sudah dilepaskan dan sudah di tangan otoritas Filipina. Sementara kapal Anand 12 dan 10 awak kapal masih berada di tangan pembajak, namun belum diketahui persis posisinya.

Dalam komunikasi Kemlu melalui telepon kepada perusahaan pemilik kapal, pembajak dan penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan. Diketahui sejak 26 Maret, pihak pembajak sudah dua kali menghubungi pemilik kapal.

Foto: nasional.news.viva.co.id

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...