Menhub Jonan Angkat Bicara Soal UberMotor

Menhub Jonan Angkat Bicara Soal UberMotor

Rabu, 13 Apr 2016 | 16:08 | Rusmanto
WinNetNews.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tak mempermasalahkan ekspansi Uber yang baru saja merambah bisnis ojek online dengan nama layanan UberMotor di tengah masa transisi status quo .

"Itu (status quo) cuma untuk kendaraan roda empat," kata Jonan saat berbincang lewat pesan instan, Rabu (13/4/2016).

Seperti diketahui, pemerintah sendiri masih membahas jalan keluar soal polemik taksi berbasis aplikasi online sejak ricuh penolakan dari sejumlah taksi berlisensi.

Untuk itu, baik Uber dan GrabCar saat masa transisi ini, dinyatakan dalam status quo dimana layanan yang sudah beroperasi tetap beroperasi, asalkan tidak boleh ekspansi atau penambahan.

Meski demikian, Jonan tak melarang Uber jika ingin berekspansi layanan. Syaratnya, asalkan bukan roda empat, dan satu lagi, tidak dipermasalahkan oleh pemerintah daerah setempat.

 

Seperti diketahui, Uber baru saja mengumumkan diluncurkannya UberMotor di Jakarta. Melalui blog resminya, Rabu (13/4/2016), Uber menyebutkan layanan ojek onlinenya tersebut sudah tersedia mulai hari ini.

Namun karena masih baru, armada UberMotor masih sulit ditemui. Kemungkinan karena ketersediaan pengemudi UberMotor masih sangat terbatas di beberapa wilayah.

Dijelaskan Uber, sama seperti layanan mobil yang sudah ada sebelumnya, ojek onlinenya ini juga memberikan pilihan pembayaran tunai, kartu kredit atau debit.

Pilihan UberMotor ada di samping UberX dan Uber Black, pada aplikasi yang sudah ada. Beberapa pengguna mungkin ada yang belum menemukannya. Maka disarankan untuk mengupdate aplikasi Uber mereka untuk menampilkan opsi ini.

Untuk menarik minat pengguna, Uber pun mengiming-imingi perjalanan gratis bagi para pengguna pertama UberMotor. Uber juga menggeber promosi dengan mengajak semua pengguna yang sudah merasakan UberMotor, mengupload tanggapan dan foto tentang pengalaman pertama ber-UberMotor di akun media sosial Uber.

 

Adapun cara menggunakan layanan ini sama seperti menggunakan UberX dan Uber Black, yakni dengan memilih opsi UberMotor, dan memasukkan lokasi penjemputan dan metode pembayaran, lalu konfirmasi pemesanan.

Aplikasi nantinya akan langsung menampilkan rincian pengemudi berupa nama, foto dan keterangan tentang sepeda motornya.

Namun mengingat layanan ini baru diluncurkan, ketersediaan pengemudi UberMotor masih sangat terbatas di beberapa wilayah. Tak seperti UberX dan Uber Black yang ketersediaannya bisa langsung terdeteksi saat akan melakukan pemesanan, opsi UberMotor lebih sering menampilkan keterangan 'No Motor Available'.

Kehadiran UberMotor di Jakarta sejatinya sudah bisa diprediksi. Sebelumnya, layanan ini dihadirkan Uber sebagai pilot project di Bangkok, Thailand, kemudian merambah ke India. Mengingat kondisi jalanan dan transportasi yang hampir mirip, UberMotor memang sangat mungkin merambah Jakarta.

Di Indonesia sendiri, terutama Jakarta, ojek online sudah ramai dengan pemain seperti Go-Jek dan Grab Bike. Kehadiran UberMotor akan menambah pilihan bagi pengguna, sekaligus memunculkan persaingan lebih ketat di antara penyedia layanan ojek online .

disadur dari situs detik news

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...