Menhub Restui Polri Himbau Hingga Tindak Truk yang Ngotot Ikutan di Arus Balik Lebaran 2017

Zulkarnain Harahap
Zulkarnain Harahap

Menhub Restui Polri Himbau Hingga Tindak Truk yang Ngotot Ikutan di Arus Balik Lebaran 2017 Ilustrasi arus balik Lebaran 2017/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi restui himbauan Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian agar para pengendara truk menahan diri mulai hari ini yang diprediksi menjadi titik puncak arus balik Lebaran 2017. Sebagai otoritas yang terkait dengan kendaraan umum dan kendaraan pengangkut, ia menyoroti kemacetan di Nagreg, Jabar yang salah satunya disebabkan truk yang melintas. Untuk itu, ia memberikan lampu hijau bila ada truk lewat di jalur arus balik, maka Polri bisa menghentikannya.

"Saya sudah jelaskan detail, supaya jadi perhatian Polri sehingga ada penindakan, imbauan terhadap motor, dan imbauan terhadap truk kalau dia melalui tidak pada mestinya dan membuat macet," ungkap Budi, Jumat (30/06/2017).

Selain itu, Budi juga menyatakan bahwa tahun ini titik terparah arus balik yang puncaknya pada 30 Juni hingga 1 dan 2 Juli, ada di Nagreg. Selain antisipasi melalui pengaturan lalu lintas, ada tiga hal yang antisipasinya di luar kontrol.

"Tempat yang paling kritis saat ini Nagreg. Akan kita selesaikan. Ada hal-hal yang di luar kontrol dari kita. Pertama, bus tidak berstiker, kedua motor berlebihan jarak jauh, dan truk tak berizin yang lewat bukan jalurnya," papar Budi.

Meski demikian, Budi juga menyatakan apresiasinya terhadap persiapan semua stake holder terkait mengantisipasi arus mudik Lebaran. Menurutnya semua persiapan telah dirancang secara detail.

"Saya begitu senang, bahagia, dan sangat mengapresiasi kegiatan teamwork mudik ini. Terutama kepada Pak Kapolri, Pak Gubernur Jawa Barat, Menkes, Menteri PUPR dan semua jajarannya," pungkas Budi.

Apa Reaksi Kamu?