Skip to main content

Menilik Misteri 'Gereja Ayam' Magelang

Menilik Misteri Gereja Ayam Magelang
Menilik Misteri Gereja Ayam Magelang

WinNetNews.com - Tidak akan cukup seumur hidup untuk mengungkap semua keunikan yang dimiliki oleh Indonesia. Pasalnya, akan selalu ada hal-hal unik yang tersaji di setiap tempat, tinggal bagaimana kita mencarinya. Pernah mendengar tempat bernama Gereja Ayam? Belakangan, tempat ini jadi sangat populer didatangi para traveler dari manca negara. Tidak hanya untuk melihat bentuknya yang aneh seperti seekor ayam itu, tapi juga misteri yang ada di dalamnya.

Gereja Ayam ini berada di Dusun Gembong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah, dan tidak seberapa jauh dari Candi Borobudur. Lokasinya sendiri berada di atas sebuah bukit yang makin menambah kesan misterius bangunan ini. Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya? Simak ulasan berikut.

Asal-usul Gereja Ayam

image0

Tentu saja bangunan ini tidak berdiri sendiri atau bahkan dibangun oleh para jin, tapi murni ide dari pemikiran manusia. Bernama Daniel Alamsyah, orang inilah yang berada di balik berdirinya bangunan lama yang penuh misteri tersebut. Alasan Alamsyah sendiri membangun tempat ini adalah lantaran ia mendapatkan ilham.

Suatu ketika ia merasa seperti mendapatkan bisikan Tuhan. Saat itu, ia mendapatkan perintah untuk membangun sebuah rumah peribadatan di atas sebuah bukit dan harus berbentuk burung dara.

Pada tahun 1989, ketika tak sengaja sedang jalan-jalan saat tengah mengunjungi rumah istrinya yang ada di Magelang, Daniel menemukan spot yang pas seperti yang telah diilhamkan padanya tersebut. Yakni sebuah tempat di bukit bernama Rhema. Lalu setahun kemudian ia membeli tanah seluas 3000 meter tersebut untuk kemudian dibangun sebuah tempat berbentuk ayam ini.

Gereja Ayam tak pernah selesai dikerjakan

image1

Daniel ternyata terkendala biaya dalam usaha merampungkan bangunan unik ini. Hingga akhirnya pada tahun 2000an, Gereja Ayam ditinggalkannya begitu saja. Namun, siapa sangka setelah itu malah banyak orang yang berkunjung lantaran bentuknya yang unik.

Seperti yang pernah dikatakannya, tempat ini bukanlah murni sebuah gereja tapi tempat peribadatan yang boleh digunakan oleh siapa pun. Hal tersebut membuat tempat ini makin banyak dikunjungi tidak hanya oleh umat Kristiani, tapi juga Buddha dan Muslim.

Isi Gereja Ayam

image2

Ketika dilihat dari dekat, bangunan ini mirip dengan ayam yang tengah mengerami telur. Bentuk kepalanya sendiri cukup detail dengan hiasan mahkota di atasnya. Begitu pula dengan bagian ekor yang dihias dengan ornamen yang menunjukkan seolah-olah itu adalah sebuah buntut.

Ketika masuk di bagian dalam terlihat ruangan yang cukup luas. Pada bagian atas terdapat tanda cross besar yang membuat sinar matahari bisa langsung masuk ke bagian dalam. Ada lima pilar yang nampak rusak menambah kesan jika bangunan ini dibuang begitu saja.

image3

Gereja Ayam ini ternyata bertingkat lho. Pada bagian di atas terdapat semacam ruangan yang diindikasi sebagai aula gereja. Di basement ada sekitar 15 kamar lengkap dengan kamar mandi. Bahkan ada pula satu kamar yang memiliki tiga buah kamar mandi. Ada pula sebuah kamar yang hingga kini masih belum tahu kegunaannya karena tempatnya yang sangat gelap.

Selain sebagai tempat peribadatan tempat ini juga difungsikan sebagai tempat rehabilitasi. Alamsyah membenarkan jika tempat ini digunakan sebagai terapi untuk mereka pecandu obat-obatan, orang gila bahkan para remaja yang suka berkelahi.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top