Menilik Motif Prabowo Merapat ke Barisan Penguasa

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Menilik Motif Prabowo Merapat ke Barisan Penguasa Prabowo Subianto (Antara Photo/Wahyu Putro A. via Jakarta Globe)

Winnetnews.com - Ketua Umum Partai Gerindra yang juga calon presiden pada Pilpres 2019 lalu, Prabowo Subianto, mengaku diminta menjadi menteri dalam kabinet baru Presiden Joko Widodo. Prabowo menyebutkan, ia akan ditempatkan di kementerian bidang pertahanan.

Menanggapi tawaran itu, Prabowo juga menyebutkan Gerindra akan mendapat jatah dua kursi menteri dan siap membantu pemerintahan Jokowi.

“Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, hari ini siap diminta dan kami siap membantu,” kata Prabowo, seperti diberitakan Kompas.com, senin (21/10/2019).

Motif di balik kesediaan Parbowo jadi menteri Jokowi

Kepala Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai, sikap Prabowo dan Gerindra yang merapat ke pemerintahan merupakan hal yang wajar dan alamiah dalam politik.

“Pertimbangannya pasti matang, meskipun pasti akan dicibir oleh banyak orang, banyak kelompok, termasuk kelompok-kelompok pendukungnya beliau. Itu semuanya pasti kan akan berpandangan negatif ya,” kata Aditya pada Selasa (22/10/2019).

Presiden Joko 'Jokowi' Widodo dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berfoto bersama setelah pertemuan mereka di Jakarta pada Jumat (11/10/2019) sore. (Antara Photo/ Akbar Nugroho Gumay via Jakarta Globe)

Menurut Aditya ada dua alasan di balik merapatnya Gerindra ke jajaran kabinet pemerintah:

1. Cara Gerindra bertahan

Dengan berada di lingkar kekuasaan, kata Aditya, Gerindra sedang mempertahankan eksistensinya sebagai partai politik untuk periode 5 tahun ke depan. Seperti sudah diketahui, selama ini Gerindra selalu menjadi oposisi dan tak pernah mecicipi kekuasaan.

“Jadi masuk akal kalau kemudian Gerindra punya keinginan atau ambisi yang sangat kuat, bukan agresif ya, untuk menjadi bagian pemerintahan. Secara alamiah memang itu fungsinya partai politik, dia harus menjadi bagian dari kekuasaan,” kata Aditya.

Dengan demikian, nama Gerindra tidak akan tenggelam dan kehilangan dukungan pada pemilu berikutnya. Dengan menjadi bagian dari pemerintah, Gerindra memiliki panggung untuk menampilakan diri dan program-programnya.

“Ini juga soal popularitas, elektabilitas dari partai tersebut untuk dilirik,” imbuh Aditya.

2. Ambisi Prabowo

Alasan selanjutnya menurut Aditya yakni menunjukkan ambisi Prabowo Subianto untuk membereskan permasalahan pertahanan dan keamanan yang ada di Indonesia.

“Pak Parabowo sendiri nampaknya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi kalau misalkan menjadi bagian dari pemerintahan dia akan doing something yang diinginkan di bidang pertahanan. Kelihatannya dia sudah gregetan banget sama masalah pertahanan keamanan yang enggak bisa diselesaikan di beberapa pemerintahan,” terang Aditya.

Menurutnya, keinginan itu bisa terlihat dari pernyataan-pernyataan yang kerap dilontarkan oleh Prabowo.

 

Apa Reaksi Kamu?