(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menimbulkan Respect dalam Diri

Nadia Chevina
Nadia Chevina

Menimbulkan Respect dalam Diri

WinNetNews.com – Manusia merupakan makhluk sosial, dimana kita sebagai manusia membutuhkan orang lain. Dari membutuhkan orang lain tersebut sudah pasti kita membutuhkan respect dari seseorang.

Orang-orang yang bisa mendatangkan respect bagi orang lain, adalah orang-orang yang berhasil memunculkan respect dalam dirinya sendiri. Penjelasannya, pikiran kita membuatnya demikian. Orang lain memandang seperti yang kita lihat dalam diri kita. Untuk mendapatkan respect sebenarnya sederhana, Anda harus lebih dahulu berpikir Anda layak mendapatkan respect dengan menghargai diri sendiri. Respect terhadap diri sendiri terlihat melalui semua yang kita lakukan.

Coba kita fokuskan perhatian pada beberapa cara spesifik, dimana kita dapat meningkatkan respect pada diri sendiri. Dengan demikian Anda mendapatkan respect lebih besar dari orang lain. Salah satunya dapat dilihat dari cara penampilan kita. Penampilan itu penting. Pastikan penampilan Anda mengatakan hal-hal positif mengenai diri Anda. Gunakan pakaian sebagai sarana untuk menaikkan semangat dan membangun kepercayaan.

Melansir liputan6, seorang professor psikologi memberikan nasihat "Berdandanlah. Semir sepatu, kenakan pakaian yang terbaik. Tampillah dengan semangat karena ini akan membantu Anda untuk berpikir tajam."

Artinya dari cara berpenampilan dapat menimbulkan respect dalam diri sendiri. Karena bagaimana Anda tampak dari luar memengaruhi bagaimana Anda berpikir dan merasa di dalam.

Terdapat sebuah kisah lama, yang menceritakan mengenai sikap tiga orang tukang batu terhadap pekerjaannya.

Ketika ditanya, "Apa yang Anda kerjakan?" tukang batu pertama menjawab, "Menyusun bata." Yang kedua menjawab, "Menghasilkan seribu rupiah per jam." Dan yang keiga berkata, "Saya? Saya sedang membangun katedral tersbesar di dunia."

Kisah ini memang tidak memberitahu kita apa yang terjadi dengan ketiga tukang batu ini. Kemudian, tetapi apa yang terjadi menurut Anda?

Dua tukang batu pertama tetap menjadi tukang batu. Mereka tidak mempunyai visi, tidak mempunyai respect terhadap pekerjaan. Kemudian tukang batu yang memvisualisasikan dirinya sedang membangun katedral terbesar tidak akan tetap menjadi tukang batu. Siapa tahu ia akan menjadi mandor atau kontraktor atau arsitek. Karena Ia akan bergerak maju dan ke atas.

Mengapa demikian? Dia mendengarkan pikiran yang menunjukkan cara kepadanya mengembangkan potensi dirinya di dalam pekerjaan. Jika kita berpikir kita adalah orang yang hebat dan selalu berhasil menuntaskan pekerjaan dengan luar biasa, maka itulah yang akan terjadi. Cara terbaik untuk menuntaskan pekerjaan ada di tangan kita.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});