Meninggal di Kapal Cina Saat Berlayar, Jasad ABK Asal Indonesia Dibuang ke Laut
Muhammad Al Fatah, ABK yang meninggal dunia saat berlayar (foto: Tribunnews)

Meninggal di Kapal Cina Saat Berlayar, Jasad ABK Asal Indonesia Dibuang ke Laut

Selasa, 21 Jan 2020 | 17:19 | Amalia Purnama Sari

Winnetnews.com - Muhammad Al Fatah, pemuda berusia 20 tahun asal Indonesia harus bernasib tragis usai meinggal dunia. Bagaimana tidak, oleh nahkoda, jasad Fatah langsung dibuang ke laut.

Fatah sendiri adalah warga Dusun Banca, Desat Bontongan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulwesi Selatan. Fatah bekerja sebagai anak buah kapal dan merupakan anak ke-7 dari 9 bersaudara.

Kondisi Fatah memang tengah sakit ketika ikut berlayar. Namun jenazahnya ternyata tidak dibawa pulang dari Kapal Longxing 639 usai beres berlayar. Nahkoda memerintahkan jasad Fatah dibuang di Samudera Pasifik, wilayah negara Samoa.

Menurut salah satu kerbat almarhum, Khairil, kabar kematian sepupunya itu baru diterima pihak keluarga lewat Surat Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri pada Minggu (19/01) lalu. Keluarga almarhum kabarnya telah menggelar salat jenazah selepas menerima kabar duka tersebut.

image0
Surat meninggalnya Al Fatah dari Kementerian Luar Negeri (foto: IDN Times Kaltim)

Dalam surat yang ada dalam laporan agen penyalur ABK Ming Feng International (MFI) yang berlokasi di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Fatah sempat merasa tidak enak badan sebelum meninggal. Kaki dan wajahnya sempat mengalami bengkak dan ia merasa nyeri di dadanya.

“Sudah diberi obat oleh Kapten Kapal Longxing 629 namun tidak ada perubahan. Kemudian dipindahkan ke Kapal Longxing 802 untuk dibawa ke rumah sakit,” ujar Khairil, dilansir dari Makassar Terkini, Selasa (21/01).

Fatah dinyatakan meninggal dunia setelah 8 jam dipindahkan dan tanpa sepengetahuan agen penyalur. Kapten kemudian membuang jasad Fatah ke laut karena dikhawatirkan akan menularkan penyakit berbahaya ke ABK lainnya.

Sampai saat ini, keluarga almarhum masih berharap jika jasad Fatah bisa ditemukan dan kemudian bisa dikebumikan di kampung halamannya di Kabupaten Enrekang.

“Terakhir komunikasi dengan adik kami sekitar satu tahun yang lalu saat ia berada di sebuah bandara Hong Kong dan dalam perjalanan menuju Korea,” kata Rasyid, salah satu saudara Fatah.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...