Skip to main content

Menipu, oknum pns dibui

Menipu, oknum pns dibui
Menipu, oknum pns dibui

WinNetNews.com - J,(43), salah seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementrian Dalam Negeri di ciduk Polres Metro Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. J di tangkap karena menipu temannya dengan iming-iming sang anak bisa masuk PNS. Bersama J, petugas juga menyita sebuah Ijazah Strata 1 milik anak korban serta beberapa berkas.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Siswo Yuwono mengatakan, penangkapan terhadap J dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari Hamdani(40). Hamdani melapor ke Polres Jakarta Pusat setelah merasa tertipu oleh J yang merupakan kawan lama.

Tersangka yang kenal dengan korban meminta uang dalam jumlah Rp 350 juta. Uang tersebut merupakan syarat masuk dalam pengurusan masuk sebagai PNS di di salah satu Kementrian. Sebelum menyerahkan uang tersebut korban sebelumnya menyerahkan beberapa berkas yakni ijazah, surat keterangan lulus, surat keterangan berkelakuan baik. Namun, selanjutnya korban mengajak ketemuan dengan tersangka di salah satu restoran di Jakarta Pusat.

"Korban yang sudah kenal lama langsung menuruti kemauan tersangka. Uang sebesar Rp 350 juta itu langsung diserahkan," ucap Siswo.

Kejadian penipuan untuk masuk PNS itu dilakukan tersangka tahun 2015. Karena tidak kunjung dapat jawaban, Siswo mengatakan korban pun melaporkan kejadian ke Polres Jakarta Pusat. Setelah korban memberikan keterangan dan beberapa bukti, anggota langsung melakukan pencarian terhadap tersangka.

"Korban berkali-kali nanya mengenai nasib masuk PNS untuk anaknya. Tapi tersangka kerap kali mengelak setiap ditanya. PNS aktif itu mau coba-coba jadi calo," terangnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Sementara itu J saat ditemui di Polres Jakarta Pusat mengatakan dirinya memang berniat untuk membantu temannnya, namun karena sudah ada perubahan birokrasi, dirinya tidak bisa menepati janji. Namun uang yang diberikan oleh Hamdani sudah habis digunakan untuk foya foya. "Saya terima saja jika harus dipenjara, karena memang saya tidak bisa berbuat apa apa lagi," ujarnya.

Laporan: Arienta

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top