(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menjadi Influencer yang Baik

Oky
Oky

Menjadi Influencer yang Baik Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Dewasa ini, menjadi influencer merupakan salah satu profesi yang terlihat menjanjikan dan mudah untuk dijalani. Karena hanya dengan mengandalkan jumlah followers dan audiens yang dimiliki, seorang influencer sudah dapat menghasilkan pendapatan yang terbilang cukup besar untuk pekerjaannya yang mudah.

Namun tahukah Anda apa arti influencer yang sebenarnya?

Dilansir dari kumparan.com, “Influencer adalah orang-orang yang punya followers atau audiens yang cukup banyak di Social Media dan mereka punya pengaruh yang kuat terhadap followers mereka, seperti, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya.”

Sedangkan menurut arti katanya sendiri, influencer dalam Bahasa Indonesia berarti pemberi pengaruh—atau seseorang yang dapat memberikan pengaruh. Dalam hal ini, influencer berperan penting dalam memberi pengaruh kepada audiensnya dalam membuat keputusan—misalnya keputusan untuk membeli sebuah barang yang bergantung kepada review yang diberikan oleh satu influencer tertentu. Bukan hanya dalam keputusan membeli barang, influencer juga dapat mempengaruhi kehidupan audiensnya yang menjadikan dia sebagai “panutan”.

Influencer sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis dengan sebutan yang berbeda. Yang pertama, ada yang disebut dengan Macro Influencer, atau influencer yang memiliki audiens degan jumlah besar—biasanya seorang influencer dapat disebut sebagai macro influencer apabila ia sudah memiliki ratusan ribu hingga bahkan jutaan followers.

Kemudian ada juga yang disebut dengan selebgram. Sesuai dengan namanya, selebgram adalah influencer yang memberikan pengaruh kepada audiensnya melalui Social Media Platform yaitu Instagram. Tapi sekarang, banyak selebgram juga sudah berprofesi di dunia nyata.

Selanjutnya ada yang disebut dengan buzzer, sebenarnya buzzer dan influencer merupakan profesi yang sama—hanya saja buzzer memiliki “level” sedikit dibawah influencer, karena buzzer memiliki audiensnya yang belum sebesar influencer. Selain itu, buzzer cenderung memberikan pengaruh kepada audiensnya dalam keputusan membeli, karena buzzer melakukan promosi secara acak, baik itu barang, event, paid-promote, dll.

Influencer selanjutnya adalah yang disebut dengan youtuber. Diambil dari sebutannya, youtuber adalah seorang influencer yang memberikan pengaruh kepada audiensnya melalui Social Media Platform : Youtube. Seorang youtuber biasanya mendapatkan audiens berdasarkan konten yang ia buat di Youtube, semakin menarik konten yang dibuat, maka semakin banyak audiens yang dijangkau, sehingga channel youtube nya pun semakin besar dan dikenal.  

Besarnya pengaruh yang diberikan oleh seorang influencer terhadap audiensnya seringkali membuat seorang influencer dinilai berdasarkan followers dan audiensnya—karena kebanyakan orang berpandangan bahwa seperti apa perilaku audiensnya, pasti dipengaruhi oleh influencer yang dijadikan panutan oleh orang tersebut. Oleh karena itu, tidak semua influencer dapat dikatakan sebagai influencer yang baik, karena semuanya kembali lagi ke pengaruh seperti apa yang diberikan.

Di Indonesia, influencer sudah tidak asing lagi didengar, karena cukup banyak orang yang belakangan ini sering disebut sebagai influencer karena memiliki audiens yang banyak. Namun, dari banyaknya influencer yang ada di Indonesia, tidak semuanya berperan sebagai influencer yang memberikan pengaruh baik kepada audiensnya.

Banyak kasus yang menyebabkan seorang influencer dianggap memberikan pengaruh buruk akibat postingan atau tindakan yang ia perbuat tidak diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting sekali bagi seseorang dengan audiens yang besar untuk benar-benar memperhatikan perilakunya dalam dunia nyata dan dunia maya, karena ribuan bahkan mungkin jutaan orang yang akan meihat kehidupannya tersebut—dan orang-orang itu pula lah yang akan menilai atau pun mendapatkan pengaruh dari sang influencer.

Salah satu influencer di Indonesia yang memiliki audiens cukup luas adalah Prilly Latuconsina. Saat ini Prilly memiliki 24juta followers di Instagram nya. Dia memulai karirnya di dunia entertainment sebagai aktris. Nama Prilly semakin dikenal seiring dengan banyaknya sinetron yang ia bintangi, kemudian juga film layar lebar, hingga kemudian ia mulai aktif di Social Media, yaitu Instagram dan juga Youtube. Channel youtube-nya saat ini memiliki 485ribu subscriber.

Prilly dapat dikategorikan sebagai macro influencer karena jangkauan audiensnya yang sudah sangat luas bukan hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri. Sebagai influencer dengan audiens yang banyak, Prilly haru memperhatikan setiap perilakunya di dunia nyata, maupun kegiatannya di dunia maya, karena akan berpengaruh ke banyak orang.

Menurut Prilly sendiri, definisi dari influencer adalah orang yang bisa membawa pengaruh terhadap orang lain, pengaruh tersebut dapat dalam bentuk positif maupun negatif. Di era sekarang ini, banyak orang yang dapat disebut sebagai influencer, bahkan publik figur pun juga dapat disebut sebagai influencer. Begitu menurut aktris kelahiran tahun 1996 ini.

Influencer dari Indonesia yang juga banyak dikenal adalah Maxime Bouttier. Dia memiliki 1,4juta followers di Instagram. Lain halnya dengan Prilly, Maxime yang lebih akrab dipanggil “Max” ini memulai karirnya di dalam dunia modelling. Kemudian barulah ia terjun ke dunia entertainment sebagai aktor dan membintangi beberapa film layar lebar. Selain itu, Maxime juga merupakan brand ambassador dari salah satu produk sabun wajah.

Maxime mendefinisikan influencer sebagai sesuatu yang seimbang seperti yin dan yang, karena seorang influencer dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat baik secara positif maupun negatif. Seseorang dapat dikatakan sebagai influencer apabila ia dapat berbicara secara terbuka mengenai hal apapun yang mereka mau, dan orang-orang yang menerimanya akan ter-influence dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Menjadi seorang influencer tentunya memberikan banyak keuntungan bagi yang menjalani profesi tersebut. Selain bisa menjadi inspirasi banyak orang, seorang influencer juga dapat memberikan pengaruh kepada orang banyak untuk melakukan kegiatan positif, dan keuntungan lainnya adalah menjadi brand ambassador, begitu menurut Prilly. Sedangkan menurut Max, keuntungan menjadi influencer adalah memiliki pikiran ideal untuk menguntungkan orang / perusahaan lain dengan memberi pengaruh yang positif.

Menjalani kehidupan sebagai influencer tentunya jauh berbeda dengan menjalani kehidupan sebagai orang biasa. Akan ada ribuan orang lebih yang melihat setiap kegiatan yang kita lakukan baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Hal tersebut juga dirasakn oleh Prilly, “sebelum aku dikenal dan jadi influencer kayak sekarang, aku gak terlalu peduli soal postingan dan kegiatan yang aku lakukan—semuanya sesuka aku aja. Tapi, karena sekarang udah banyak orang yang ‘mantau’ keseharian aku, aku juga harus lebih berhati-hati lagi tiap mau ngelakuin apapun, dan nge-post apapun,” jelas Prilly.

Sedangkan menurut Max, perbedaan yang sangat ia rasakan saat sudah menjadi influencer adalah dalam kesehariannya. “Semua melihat gerak-gerik orang yang berpengaruh itu, baik buruknya hal yang dilakukan seorang influencer akan diikuti dan dipantau oleh masyarakat. Dan yang pasti akan selalu diperhatikan, sehingga private life pun menjadi sangat minimum setelah menjadi influencer.” jelas Max.

Dalam setiap profesi, tentunya terdapat hal positif maupun negatif, termasuk ketika menjalani profesi sebagai seorang influencer. Salah satu hal negatif yang dirasakan seorang influencer adalah tanggapan serta komentar negatif yang dilontarkan oleh audiens—atau yang lebih sering disebut sebagai netizen. Netizen adalah orang-orang yang aktif menggunakan Social Media dan sering menuliskan tanggapannya di platform tersebut.

Masing-masing influencer pun memiliki caranya sendiri untuk mengatasi hal tersebut. Ada yang menanggapinya dengan membalas komentar-komentar pedas tersebut dengan kembali menuliskan hal-hal negatf, ada juga yang hanya diam saja dan tidak mempedulikan tanggapan negatif netizen. Namun sebagai influencer yang baik, seharusnya melakukan sesuatu untuk membuat netizen tidak terus-menerus melontarkan komentar negatif tersebut apalagi komentarnya akan dibaca oleh audiens dengan jumlah yang tidak sedikit.

Sebagai influencer yang baik, Prilly tentunya selalu ingin memberikan pengaruh yang positif kepada audiensnya yang berjumlah banyak. Dalam menghadapi hal seperti ini, Prilly memilih untuk mengedukasi audiens dan netizen-nya untuk tidak memberikan komentar-komentar negatif tersebut. “Kayak misalnya ada yang komentar dan terkesan body shaming, aku akan balas komentar itu dengan menjelaskan ke mereka, kenapa body shaming itu gak baik, dan apa hal positif yang seharusnya bisa mereka lakuin instead of body shaming, kayak gitu sih paling.” tutur Prilly yang merupakan pemeran utama dalam film layar lebar “Danur” ini.

Lain halnya dengan Prilly, Max menyatakan bahwa untuk menghadapi hal-hal negatif seperti komentar buruk dari netizen ia lebih suka menyelesaikannya secara face to face sehingga dapat secara langsung berkomunikasi dan mempelajari orang yang membuat komentar tersebut.

Untuk menjadi influencer yang baik, masing-masing individu memiliki caranya masing-masing untuk memberika pengaruh positif kepada audiensnya. Menurut Prilly, hal terpenting yang harus diperhatikan untuk menjadi influencer yang baik adalah mengetahui terlebih dahulu apa tujuannya menjadi influencer. “Do I want people to come to my page to do positive or the other way around?” itu yang Prilly tekankan.

Tujuan Prilly sendiri sebagai influencer adalah untuk membuat orang lain merasa lebih baik dan untuk mendorong audiensnya berkarya. Oleh karena itu, dalam setiap posting-an yang ia buat, Prilly selalu memperhatikan unsur positif, karya yang juga diimbangi dengan caption (keterangan foto) yang dapat “membangun” setiap orang yang membacanya.

Max menyatakan, “Do a job that catches the public eye such as entertainment, successful, businessman, etc. Tapi tetap menunjukkan ke audiens kalau kita gak jauh berbeda dari orang biasa pada umumnya.” begitu menurutnya hal yang dapat dilakukan untuk menjadi influencer yang baik.

Berdasarkan pernyataan yang telah disampaikan oleh kedua influencer ternama Indonesia tersebut, yaitu Prilly dan Maxime, dapat disimpulkan bahwa menjalani kehidupan sebagai seorang influencer tidak semudah dan tidak se-menjanjikan yang masyarakat luas kira. Banyak hal yang harus dilalui sebelum menjadi influencer sukses dan terkenal seperti Prilly maupun Max.

Dan untuk menjadi influencer yang baik, banyak aspek-aspek yang perlu diperhatikan, karena ketika sudah menjadi influencer dengan jangkauan audiens yang luas dan berjumlah banyak, kita tidak bisa sembarang berperilaku dan membuat posting­­­-an di dunia maya. Hal yang kita berikan kepada audiens sebaiknya memberikan pengaruh positif dan mendorong audiens untuk melakukan hal positif.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dapat dilakukan untuk menjadi influencer yang baik diantaranya adalah :

  1. Selalu berusaha untuk membuat konten yang memberikan dampak positif kepada audiensnya, dan bermanfaat bagi orang banyak.
  2. Membangun engagement atau hubungan yang baik dengan audiens, sehingga mendapatkan support dari banyak orang.
  3. Tetap menjadi diri sendiri, tetapi sebagai versi terbaiknya. Dengan begitu, audiens akan menerima seorang influencer sebagai dia apa adanya tanpa perlu menutupi banyak hal.
  4. Do what you like, not what people want you to. Selalu utamakan keinginan yang berasal dari dalam diri sendiri, sehingga apa yang dinilai orang lain merupakan cerminan sesungguhnya dari influencer tersebut.
  5. Know your talent. Dengan mengetahui bakat apa yang dimiliki, akan lebih mudah bagi seorang influencer untuk men-segmentasikan audiens serta apa yang ingin ditunjukkan—seperti misalnya dalam memilih paid promote, atau brand yang akan bekerjasama dengan influencer tersebut.

Semakin banyaknya dan besarnya pengaruh yang akan diberikan oleh infuencer di Indonesia kedepannya , diharapkan influencer-influencer yang ada dapat memberikan dampak yang positif .

Jadilah influencer yang selalu memikirkan dampak apa yang akan terjadi jika ingin memposting sesuatu jangan menjadi influencer yang tidak perduli akan apa yang akan terjadi jika memposting sesuatu yang tidak mendidik . be a good influencer not a bad influencer .

 

Ditulis oleh Sarah Sabilla

Mahasiswi  London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});