Menkes Sebut BPJS Defisit Karena Masyarakat Tak Mau Jaga Kesehatan

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Menkes Sebut BPJS Defisit Karena Masyarakat Tak Mau Jaga Kesehatan Nila F. Moeloek (foto: Liputan6)

Winnetnews.com - Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek mengatakan jika tunggakan besar BPJS ditenggarai oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Ia menyebut jika defisit BPJS akan terus terjadi jika masyarakat tidak mengubah pola dan perilaku hidup sehat.

“Defisit akan terus jalan. Ini menurut saya sangat penting kaitannya dengan cara kita dalam menjalani hidup sehat. Oleh karena itu saya mendorong masyarakat untuk bisa menjaga pola hidup sehat, bukan hanya sekadar ribut naiknya tagihan,” ungkap Nila, dikutip dari Detik.com, Kamis (03/10).

Nila menyebut jika BPJS rugi banyak karena membiayai banyak penyakit yang disebabkan oleh pola hidup tak sehat. Beberapa penyakit yang dimaksud Nila adalah diabetes, jantung, dan gagal ginjal.

“Sekarang kita berpikir secara logis saja. Sekali cuci darah bisa menghabiskan biaya sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta, sementara BPJS yang mereka bayar per orangnya selama satu bulan hanya sebesar Rp25 ribu. Dengan iuran sekecil itu mereka harus menjalani empat kali cuci darah setiap bulan. Kalau dihitung totalnya berapa? Tidak benar kalau sudah seperti ini,” jelas Nila.

Nila memohon kesadaran masyarakat untuk mengerti dan tidak terus protes mengenai naiknya iuran BPJS yang dicanangkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

“Jadi saya mohon masyarakat mau mengerti. Jangan terus ribut masalah JKN-KIS. Masyarakat harus sadar akan pentingnya hidup sehat. Pemerintah, tenaga medis, dokter, dunia usah, dan media harusnya bantu untuk sosialisasikan ini kepada masyarakat,” pungkas Nila.

Apa Reaksi Kamu?