Skip to main content

Menkeu Sri Mulyani: Bakal Genjot Pajak Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Menkeu Sri Mulyani: Bakal Genjot Pajak Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani: Bakal Genjot Pajak Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

WinNetNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2016 sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sampai dengan triwulan III 2016 tumbuh sebesar 5,04 persen.

Menteri KeuanganSri MulyaniIndrawati mengatakan pencapaian pertumbuhan ekonomi triwulan III masih belum memuaskan. Sebab, angka ini justru menurun dari pertumbuhan ekonomi di triwulan sebelumnya yang mencapai 5,18 persen.

"Penerimaan negara ini masih jauh dari target. Perekonomian kita mengalami pelemahan. Belanja pemerintah negatif untuk kuartal III ini karena kita melakukan penundaan dan pemotongan anggaran. Karena dari sisi kemampuan untuk membiayai APBN-P 2016 sama sekali tidak bisa capai. Sehingga kita prediksi short fall Rp 219 triliun," kata Menkeu Sri di Kantor Pusat Ditjen Pajak, seperti dikutip dari merdeka Jakarta, Senin (7/11/2016).

Dengan demikian, dia meminta agar seluruh pegawai di Kementerian Keuangan, khususnya di Direktorat Jenderal Pajak untuk menjaga perekonomian dari penerimaan negara. Sebab, ekspor impor masih tumbuh negatif akibat lemahnya ekonomi dunia, dan nilai investasi masih rendah.

Dengan meningkatnya penerimaan negara, khususnya di perpajakan, maka perekonomian Indonesia juga turut meningkat. Sebab, terjaganya penerimaan, pemerintah tidak perlu lagi melakukan pemangkasan anggaran.

"Penerimaan rutin harus ditingkatkan, ekstra effort juga harus ditingkatkan. Yang saya ingin semua kanwil dan kepala kantor untuk mengecek lagi penerimaan rutin berdasarkan ekonomi faktual," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2016 berdasarkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 2.428,7 triliun dan berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp 3.216,8 triliun.

"Sudah bagus, perlu upaya sisi pertumbuhan ekonomi dan kualitasnya," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta.

Sementara pertumbuhan ekonomi di beberapa negara yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia masih bervariasi. Seperti ekonomi AS menguat dari 1,3 persen menjadi 1,5 persen.

Kemudian, ekonomi China stagnan di 6,7 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura melambat dari 2,0 persen menjadi 0,6 persen dan ekonomi Korea Selatan juga melambat dari 3,3 persen menjadi 2,7 persen.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top