Menkeu Sri Mulyani: Berharap Pertumbuhan Ekonomi RI 5%

Menkeu Sri Mulyani: Berharap Pertumbuhan Ekonomi RI 5%

Selasa, 25 Okt 2016 | 16:22 | Muchdi

WinNetNews.com - Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2016 adalah sebesar 5% atau lebih rendah dari yang diasumsikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 yang sebesar 5,2%.

Meski di bawah asumsi, akan tetapi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi 2016 masih lebih tinggi.

"Tahun lalu 4,9%. Tahun ini kita berharap 5,0%," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, seperti dikutip dari detikFinance, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Bila dibagi per kuartal, dua kuartal awal ekonomi tumbuh cukup tinggi, yaitu 4,95 dan 5,18%. Kuartal III-2016 sedikit lebih lemah karena faktor dari domestik seperti pajak dan pemangkasan anggaran serta perlambatan kredit.

"Kuartal ketiga tidak sebaik kuartal kedua, karena berbagai faktor, baik dari sisi domestik, yaitu pengumpulan pajak yang cukup besar dan pengumuman untuk pengurangan belanja. Itu dua faktor yang tentu akan sangat mempengaruhi kuartal ketiga," terangnya.

Sri Mulyani menambahkan untuk investasi juga tumbuh seperti yang diharapkan karena sempat ada ketidakpastian investor terhadap program pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Dari sisi investasi ada pelamahan pada kuarta ketiga. Konsumsi relatif tetap sehat karena growth berasal dari inflasi yang terjaga. Sehingga kita melihat dari sisi itu," ujar Sri Mulyani.

Sementara itu dari global, ada penurunan permintaan dari banyak negara yang berpengaruh terhadap ekspor. Sri Mulyani optimis pada kuartal IV ada pembalikan, sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi 2016 adalah 5%.

"Kita masih bisa berharap kuartal keempat akan rebound karena percepayan belanja pemerintah dan seasonal , kuartal ketiga akan ada akselerasi belanja, termasuk capex. Ini yang akan netralisir pelemahan kuartal ketiga, overall kami 5%," tukasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...