Menkeu: Tak Ada Krisis Hanya Perlambatan

Menkeu: Tak Ada Krisis Hanya Perlambatan

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dengan dolar di level Rp 14.400 dan Indeks Harga Saham Gabungan merosot.

Benarkah kondisi demikian disebut krisis keuangan?

"Apa yang terjadi hari ini lebih kepada ketidakpastian global, bukan krisis keuangan global tapi perlambatan global, ini membuat pasar keuangan menjadi bergejolak daripada sebelum-sebelumnya," ujar Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.

Dia menjelaskan, kondisi perekonomian di tahun ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi 1998 dan 2008. Di 1998, terjadi krisis keuangan yang disebut krisis Asia, di mana negara-negara di Asia mengalami guncangan.

Setelah itu, Bambang menyebutkan, terjadi krisis keuangan global di 2008, di mana negara-negara di dunia khususnya emerging market tertekan akibat ambruknya sektor keuangan di AS.

Di saat negara lain tidak tumbuh sama sekali alias minus, Indonesia masih bertumbuh walaupun tidak agresif.

Saat ini, Bambang mengungkapkan, kondisinya berbeda, ekonomi dunia hanya mengalami perlambatan bukan krisis. Ini juga yang menyebabkan Indonesia juga tertekan.

"Tahun 2015 itu krisis regional bukan, global juga tidak, AS masih tumbuh, Eropa biasanya minus ini tumbuh, China tumbuh, kalau dibilang krisis keuangan global, globalnya tidak kolaps. Jadi ekonomi global sekarang ini sedang mengalami eksperimen baru," imbuhnya.