Menko Airlangga Sebut Keputusan PSBB Total Anies Sudah Overdosis
Foto: Tribunnews

Menko Airlangga Sebut Keputusan PSBB Total Anies Sudah Overdosis

Senin, 14 Sep 2020 | 09:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengimbau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak lagi salah mengambil dosis dalam penanganan pandemi COVID-19. Hal tersebut menurut Airlangga dapat berdampak pada ekonomi RI di tengah pandemi saat ini.

Ia menilai keputusan Anies untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total telah overdosis dalam menghadapi kenaikan tingkat positif pasien COVID-19.

"Sehingga kita tidak mengambil langkah-langkah yang katakanlah overdosis, dampaknya Jakarta bukan sebuah kota, Jakarta bukan hanya mencerminkan 20 persen, tapi pusat saraf perekonomian nasional. Sehingga apa yang diambil merefleksikan kebijakan nasional," kata Airlangga secara virtual, Minggu (13/9).

Airlangga menekankan, berdasarkan data yang ada padahal tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jakarta juga sangat tinggi. Bahkan melampaui tingkat kesembuhan nasional. Sementara untuk  fatality rate atau kematian dari pasien yang terpapar virus jauh lebih kecil dibanding nasional.

"Tingkat kesembuhan lebih tinggi dari nasional. Kalau nasional 71,4 persen, Jakarta 75,2 persen. Kemudian kalau bicara nasional fatality rate di atas 4 persen nah Jakarta ini 2,7 persen. Jadi artinya tingkat fatality ratenya lebih rendah dari nasional," tegas Airlangga.

Airlangga menyarankan, ketimbang kembali menerapkan PSBB secara total, Anies seharusnya melakukan manajemen mikro terhadap kebijakan-kebijakannya yang diambil dalam mengendalikan wabah COVID-19, yang kembali mencuat di DKI beberapa hari terakhir.

Ia memberi contoh kebijakan ganjil-genap yang dinilainya menyebabkan tingkat penyebaran COVID-19 di moda transportasi massal meningkat drastis. Selain itu menurutnya keputusan untuk kembali membuka pusat-pusat hiburan, hingga hari bebas kendaraan atau car free day juga harus dikaji kembali.

"Ini yang harus dilihat satu per satu dan itu secara mikro, itu yang dilakukan Jawa Barat. Jawa Tengah tidak PSBB sehingga mikro manajemen jadi penting jadi kita tahu sumbernya kenapanya sehingga kita tidak mengambil langkah-langkah yang katakanlah overdosis," ucap Airlangga.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...