Skip to main content

Menko Darmin jelaskan penyebab ekonomi Indonesia rentan krisis

Menko Darmin jelaskan penyebab ekonomi Indonesia rentan krisis
Menko Darmin jelaskan penyebab ekonomi Indonesia rentan krisis

Kondisi perekonomian nasional tengah mendapat sorotan dari pelbagai pihak. Pertumbuhan ekonomi nasional terus melambat sejak 2011, diperparah ambruknya Rupiah di atas Rp 14.000 per USD. Dari mulai pejabat, politisi, ekonom, pengusaha, hingga rakyat jelata bicara soal perlambatan ekonomi.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution tidak segan mengakui rentannya kondisi dan sistem perekonomian nasional. Defisit kembar atau istilahnya twin deficit menjadi penyebabnya.

"Kelihatannya semakin lama semakin tinggi kerentanannya. Sebagian tentu hasil dari pengaruh ekonomi global. Itu tidak diragukan. Tapi sebagian lagi sebenarnya persoalan kita sendiri," ungkap Menko Darmin di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (31/8).

Defisit kembar merupakan istilah menggambarkan dua defisit dalam sistem perekonomian yakni defisit pada neraca perdagangan dan defisit anggaran negara.

"Walaupun defisitnya tidak terlalu besar. Tapi pernah dua kali melonjak. Pada 83-84 bahkan agak tinggi," tuturnya.

Saat itu pemerintah mengubah pola kebijakan sebagai respons tingginya defisit kembar. Salah satunya mengubah strategi industrialisasi dari yang sebelumnya berorientasi ke dalam negeri menjadi ke luar negeri alias mengedepankan ekspor.

Menurut Darmin, kebijakan itu ternyata berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah merasa kebijakan itu sebagai solusi, tapi pada kenyataannya persoalan serupa justru kembali datang.

"Pada 94-95 tampaknya amunisinya tidak memadai. Karena yang diulang adalah deregulasi. Tidak lama kemudian, waktu itu transaksi berjalan kita mendekati 3,5-4 persen," terangnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top