Menko Luhut: Biaya Blok Masela Masih Bisa Turun

Menko Luhut: Biaya Blok Masela Masih Bisa Turun

Jumat, 19 Agt 2016 | 07:42 | Rusmanto
WinNetNews.com - Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menghadap Plt Menteri ESDM sekaligus Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, untuk melaporkan progres pengembangan Blok Masela di Maluku.

Pertemuan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi dengan Menko Luhut berlangsung di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Menko Luhut bilang, berbagai hal dibahas termasuk perkembangan pembangunan kilang minyak darat (onshore) di Blok Masela, Maluku. "Kami banyak bicara. Blok Masela kita singgung," ujar Luhut.

Luhut menuturkan, SKK Migas tengah menghitung kembali biaya pengembangan Blok Masela dengan skema onshore.

Sebelum diputuskan kilang di darat untuk Blok Masela, SKK Migas sempat melakukan kajian. Hasilnya, pembangunan kilang di darat lebih mahal ketimbang kilang terapung (offshore).

 

Selanjutnya terjadi polemik hebat antara Menko Maritim dan Menteri ESDM yang kala itu dijabat Rizal Ramli dan Sudirman Said. Pada akhirnya, Presiden Joko Widodo memutuskan bahwa skema kilang di darat yang harus dibangun di Blok Masela.

Nah, soal biaya pembangunannya kini, masih belum ada titik temu. Inpex selaku operator memasang angka US$19,3 miliar. Oleh Menteri ESDM Arcandra Tahar, Inpex diminta menurunkan biaya investasi untuk kilang darat Blok Masela. Kemudian, industri migas asal Jepang itu menyepakati angka US$15 miliar. "Jadi Pak Candra itu menanyakan ke Inpex, struktur biayanya bagaimana? Inpex keluarkan, lalu dikoreksi Pak Candra dan disetujui Inpex. Makanya, didapat angka 15 miliar dolar AS dan bisa kurang lagi dari itu," lanjut Luhut.

Penurunan biaya juga terjadi untuk proyek laut dalam (Indonesian Deepwater Development/IDD) di Selat Makassar yang disebutnya turun dari US$12 miliar menjadi US$7 miliar. "Itu sama juga, ditanya kenapa biaya bisa segini, lalu kontraktor bersedia menurunkan. Jadi, angka itu dari operatornya. Tapi, belum detil angkanya," ungkap mantan Menperindag era Gus Dur ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...