Menko Perekonomian: New Normal Akan Dihentikan Jika Muncul Gelombang Kedua
Foto: Tempo.co

Menko Perekonomian: New Normal Akan Dihentikan Jika Muncul Gelombang Kedua

Rabu, 27 Mei 2020 | 19:58 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Aparat gabungan TNI-Polri telah dikerahkan ke 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota untuk mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan jelang pemberlakuan New Normal. Meski demikian, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan New Normal bisa saja dihentikan jika di wilayah tersebut muncul gelombang kedua penularan virus corona.

"Sehingga tempat-tempat tersebut bisa dijaga disiplin dari masyarakat sehingga tidak terjadi secondary wave. Karena kalau terjadi secondary wave, maka kegiatan akan dihentikan kembali dan kegiatan pun akan terganggu kembali," kata Airlangga dalam konpers usai rapat terbatas persiapan new normal, Rabu (27/5).

Melansir dari kumparan, Airlangga pun meminta agar masyarakat dapat disiplin melaksanakan protokol kesehatan COVID-19 dalam masa New Normal. Sehingga sosialisasi, edukasi, hingga penegakan hukum penting dilakukan agar masyarakat bisa lebih disiplin menjalankan protokol New Normal.

"Sosialisasi, edukasi, monitoring, dan penegakan hukum secara tegas menjadi prasyarat utama yang diterapkan pemerintah. Dan pemerintah selalu mengoordinasikan data-data yang sifatnya dinamis ini sesuai situasi dan keadaan di daerah masing-masing," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, aparat gabungan TNI-Polri sudah dikerahkan ke empat provinsi dan 25 kabupaten untuk mengawasi masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan dengan disiplin. Empat provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, Gorontalo.

Bahkan Presiden Jokowi sudah meninjau kesiapan pelaksanaan protokol New Normal di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat dan Summarecon Mal Bekasi, Kota Bekasi, pada Selasa (26/5).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...