Menko Perekonomian: Suku Bunga BI Memang Harus Naik

Rusmanto
Rusmanto

Menko Perekonomian: Suku Bunga BI Memang Harus Naik ilustrasi

WinNetNews.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai suku bunga Bank Indonesia (BI) memang harus naik. Apalagi suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, juga diperkirakan naik dua kali lagi tahun ini.

Darmin menyebut, jika BI tidak menaikkan suku bunga maka ada risiko rupiah kembali mengalami pelemahan. Hal ini tentunya lebih dikhawatirkan mengingat stabilitas nilai tukar menjadi prioritas bank sentral di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo.

"Kecenderungan kenaikan suku bunga di AS itu juga kemungkinan akan berjalan beberapa kali. Itu berarti suku bunga kita akan naik kalau tidak kurs kita akan terganggu lagi," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juni 2018.

Bank sentral AS sebelumnya telah dua kali menaikan suku bunga pada Maret dan Juni ini. Kemungkinan Fed Fund Rate akan kembali naik pada September dan Desember seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yang lebih tinggi ditopang beberapa indikator.

Sementara itu, BI mengaku tetap berkomitmen dan fokus pada kebijakan jangka pendek dalam memperkuat stabilitas ekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah. Untuk itu, BI siap menempuh kebijakan lanjutan yang pre-emptive, front loading, dan ahead the curve.

Terlebih lagi dalam menghadapi perkembangan baru arah kebijakan the Fed dan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), BI akan membahasnya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 27-28 Juni yang akan datang.

"Kebijakan lanjutan tersebut dapat berupa kenaikan suku bunga yang disertai dengan relaksasi kebijakan LTV untuk mendorong sektor perumahan," kata Perry. (metrotvnews)
 

Apa Reaksi Kamu?