Skip to main content

Menlu Retno coba tingkatkan diplomacy food, 1.600 Warung Indonesia ada di Belanda

Menlu Retno coba tingkatkan diplomacy food, 1.600 Warung Indonesia ada di Belanda
Menlu Retno coba tingkatkan diplomacy food, 1.600 Warung Indonesia ada di Belanda

WinNetNews.com - Kementerian Luar Negeri kini tengah mencoba meningkatkan diplomacy food. Diplomacy food sendiri merupakan sebuah bentuk diplomasi melalui media makanan.

Selain itu bisa melalui media kebudayaan. Itu adalah sebuah bentuk diplomasi publik yang cukup ampuh.Maka saat Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi masih menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Retno sangat bersemangat mempromosikan Indonesia lewat media makanan."Saya kan dua kali penempatan di Belanda, di Belanda kita punya outlet makanan di Belanda itu 1.600 restoran, toko, warung, sampai ada yang kecil-kecil. Jual makanan Indonesia. Total ada 1.600. Dan itu betul-betul kita dukung mereka," ungkap Retno LP Marsudi saat menyambangi warung makan Indonesia satu-satunya di Laos di Warung Eko, Phonxay Village, Xaysettha District, Vientiane, Laos, Selasa 26/7/2016).Retno pun menjelaskan ketika dirinya jadi dubes di Belanda, ia sering kali mengundang para chef Indonesia memberikan cita rasa lain kepada makanan Indonesia ketika ada acara kenegaraan. Dalam diplomacy food yang ia jalankan, Retno menginginkan supaya makanan Indonesia tak saja yang dikenal itu nasi goreng dan sate tapi juga lainnya.

"Kita juga datangkan chef untuk mereka untuk memberikan pengetahuan bahwa makanan Indonesia itu tidak hanya nasi goreng dan sate, kita bawa misalnya asam padeh, kemudian juga cucur. Kalau namanya nasi goreng itu orang harus sudah punya bayangan. Kalau misalnya mau makan tom yam. Orang udah punya bayangan, oh rasanya gini," tambahnya.Dari sana menurut Retno, Pemerintah Indonesia sangat berpihak pada para penjual yang menjual makanan Indonesia atau bumbu-bumbu makanan Indonesia di luar negeri.

"Mereka kan berbisnis. Namun kita sebagai pemerintah juga mempunyai bentuk dukungan seperti itu (diplomacy food) untuk selain mengenalkan Indonesia juga mengenalkan warung-warung Indonesia yang ada di negara lain," tandas Retno.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top