Menonton Dua Aktor Kawakan Baca Naskah ‘Ditunggu Dogot’ di Panggung Daring Sontoloyo Fest 2020
Sontoloyo Fest 2020

Menonton Dua Aktor Kawakan Baca Naskah ‘Ditunggu Dogot’ di Panggung Daring Sontoloyo Fest 2020

Selasa, 19 Mei 2020 | 18:03 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Pandemi corona tidak membuat para seniman terkekang begitu saja soal kreativitasnya. Di Sontoloyo Online Festival 2020, kreativitas tanpa batas para seniman ini menjadi tersalurkan melalui panggung pertunjukan yang digelar daring pada Senin (18/5/2020) kemarin malam.

Sontoloyo Festival 2020 sebetulnya dijadwalkan untuk diselenggarakan pada 20 Maret lalu yang bertepatan dengan ulang tahun emas Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan penyair Sapardi Djoko Damono. Namun karena situasi pandemi yang meluas membuat kegiatan ini terpaksa mundur pelaksanaanya.

Para penikmat seni pun diberikan kesempatan untuk menonton latihan dua aktor ulung memainkan lakon 'Ditunggu Dogot' yang ditulis Sapardi Djoko Damono. Tepat pada pukul 20.00 WIB, gelaran dibuka.

Aktor Slamet Rahardjo dan Nano Riantiarno tampak bersiap dengan naskahnya. Nano, yang berperan sebagai + (plus) memulai percakapan.

"Ingat baik-baik, kita ditunggu Dogot. Tidak boleh telat, harus tepat setepat-tepatnya," ucap Nano yang juga merupakan Pendiri Teater Koma.

"Kita harus bergegas dong kalau gitu," timpal Slamet Rahardjo, yang berperan sebagai - (minus).

"Aku bilang harus tepat waktu," jawab Nano.

"Kalau ternyata bukan Dogot yang menunggu," tanya Slamet dengan ekspresi heran.

Itulah penggalan dialog dalam latihan pertunjukan 'Ditunggu Dogot' dalam Sontoloyo Festival 2020. Sutradara Yola Yulfianti menjelaskan kepada audiens yang streaming melalui Youtube, semenjak wabah Corona meluas, pertunjukan yang dijadwalkan harus mundur.

"Kita tetap berlatih untuk pertunjukan tanggal 20 Maret kemarin, kita merasa latihannya seru juga yah kalau dibuat online. Lama kelamaan buka open rehearsal supaya kita masih eksis," kata Yola.

Dia menegaskan pentas tadi malam bukanlah pentas sesungguhnya. "Pertunjukan tetap akan mengabdi pada panggung. Ini hanya latihannya," katanya.

Gelaran pun berlangsung selama lebih dari satu jam. Nano dan Slamet membacakan naskah sambil memerankan karakter masing-masing. Sapardi Djoko Damono sebagai penulis naskah pun ikut menyaksikan serta mengomentari akting keduanya.

Di akhir gelaran, dalam sesi komentar dan diskusi, Slamet Rahardjo sempat melontarkan pertanyaan kepada sang penulis naskah. 

“Mengapa memilih kami untuk memerankan ini?” celetuk Slamet.

“Ada yang lain yang lebih pinter?” jawab Sapardi diikuti tawa yang lainnya. “Nggak ada yang lebih hebat untuk jadi + dan -," tegasnya.

Sontoloyo Online Festival 2020 segera hadir pada Juni dengan berbagai program menarik lainnya.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...