Mentan Bantah Harga Cabai Naik, Pemkab Kulon Progo Terapkan Cara Jitu
Ilustrasi petani panen cabai. [Foto: Monitor.co]

Mentan Bantah Harga Cabai Naik, Pemkab Kulon Progo Terapkan Cara Jitu

Selasa, 28 Jan 2020 | 13:38 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Melonjaknya harga cabai di beberapa daerah menjadi fokus permasalahan Kementerian Pertanian (Kementan). Melalui Mentan Syahrul Yasin Limpo, berdasarkan data yang diperoleh pihaknya dari lapangan tak menunjukkan signifikansi terkait kenaikan harga cabai.

"Data dari mana itu? Kenyataan lapangan tidak seperti itu," ujarnya menampik ditanya di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementan, Senin (27/1) seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Menurut dia, suplai dan permintaan pasar yang ada saat ini masih dalam kondisi stabil. Karenanya, pemerintah belum mengambil kebijakan intervensi harga komoditas.

"Untuk sementara, masih dalam range normal, belum perlu intervensi berlebihan. Intervensi berarti petani yang dapat harga baik juga kami batasi," jelasnya tanpa menjawab kisaran harga normal yang dimaksud.

Namun demikian, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) melansir data yang berbeda. Data tersebut mengungkapkan harga cabai merah naik 7,18 persen atau rata-rata nasional dibanderol Rp58.250 per kilogram (kg).

Di Bandar Lampung, harga cabai merah besar dibanderol Rp85 ribu per kg. Padahal, di Ternate, Sulawesi Selatan (Sulsel) harga cabai masih berkisar Rp32.500 per kg dan sebesar Rp40 ribu di Tanjung, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sementara, untuk jenis cabai rawit hijau dipatok rata-rata Rp44.050 per kg atau naik 1,03 persen. Harga rata-rata nasional itu lebih tinggi ketimbang di Lombok yang sebesar Rp25 ribu per kg dan Rp30 ribu di Probolinggo.

Namun demikian, harga jenis cabai lainnya terpantau turun, seperti cabai merah keriting dan cabai rawit merah yang turun masing-masing 2,32 persen menjadi Rp44.250 per kg dan 1,78 persen menjadi Rp71.850 per kg.

Sementara itu, di pasar tradisional di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), harga cabai terus melonjak tinggi. Para pedagang cabai rawit merah pun menjerit lantaran harganya yang menembus Rp80 ribu per kilogram.

Menjawab hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugraha menyampaikan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga cabai di Kulon Progo.

"Lonjakan harga ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan cabai dari luar Kulon Progo. Selain itu, hasil panen cabai dari wilayah Kulon Progo, sebagian besar dikirimkan ke pasar induk Jakarta," paparnya seperti dilansir Tribunjogja, Senin (27/1).

"Namun, sebenarnya fenomena ini cukup menguntungkan bagi petani di Kulon Progo," imbuhnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo pun berupaya menggandeng masyarakat untuk mengubah pola tanam yang ada.

"Jadi kita sudah membahas dan mendiskusikan dengan kelompok petani cabai , khususnya petani lahan pantai untuk membuat sebuah pola tanam baru," katanya.

Pola tanam ini dinamai dengan pola tanam cabai-melon-semangka.

"Jadi harapannya dengan pola tanam tersebut bisa mengontrol hasil produksi agar tidak terjadi overload maupun kekurangan," jelasnya.

Dengan hasil panen dan pasokan cabai yang lebih stabil, Aris yakin bahwa harga cabai dipasaran akan lebih stabil.

"Ya Walaupun nantinya sebagian besar produksi tetap dikirimkan ke pasar induk Jakarta, pasti harga di pasaran tetap terjaga," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...