Skip to main content

Menteri Keuangan Minta BI Segera Bertindak

Menteri Keuangan Minta BI Segera Bertindak
Menteri Keuangan Minta BI Segera Bertindak

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, memastikan semakin anjloknya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), karena adanya ekspektasi lebih terhadap negara yang banyak melakukan perdagangan dengan China.

Bambang menjelaskan, pelemahan kurs rupiah hingga Rp13.875 per dolar AS, tidak lagi ada hubungannya dengan kondisi fundamental. Menurutnya, hal itu juga berpengaruh pada dampak ekspor ke Negara Tirai Bambu tersebut.

"Dampak kita sebenarnya pelemahan ekspor ke China dan sudah terjadi. Devaluasi yuan dianggap memperparah. Tetapi, kami menganggap ini tidak berpengaruh, karena yang di ekspor ke China adalah komoditas dan harga komoditas sudah rendah," katanya.

Dengan adanya hal tersebut, Bambang meminta Bank Indonesia (BI) untuk segera mengambil tindakan akibat melemahnya rupiah.

Bambang menambahkan, tindakan penyelamatan rupiah itu diyakini atas informasi BI yang dipublikasikan kepada Kementerian Keuangan. Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa pelemahan rupiah adalah murni diakibatkan perdagangan mata uang.

"Saya yakin, BI akan ambil action karena hanya BI yang dapat melakukan aksi mengenai hal tersebut. Mereka (BI) sudah bilang ke kami, ini pure karena perdagangan pasar uang," kata Bambang. (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top