(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menteri Pariwisata Ingin Percepat Pembangunan Untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Indonesia

Fellyanda Suci Agiesta
Fellyanda Suci Agiesta

Menteri Pariwisata Ingin Percepat Pembangunan Untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan di Indonesia

WinNetNews.com - Kesepakatan kerja sama Kemenpar dengan beberapa stakeholder dimaksud dalam rangka mendukung promosi Wonderful Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia yang menargetkan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mempromosikan sepuluh destinasi wisata di Indonesia dalam upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, yang ditargetkkan mencapai 20 juta kunjungan pada tahun 2019 mendatang.

Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan ke-II, di Jakarta, Kamis, Arief mengatakan bahwa sepuluh destinasi yang dimaksud itu adalah Medan, Great Kepri, Great Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), Banyuwangi, Great Bali, Lombok, Makassar, dan Bunaken, Wakatobi, Raja Ampat.

"Destination branding dan integrated marketing communication plan pada sepuluh destinasi tersebut tetap mengacu pada mengimplementasikan strategi, pemasaran berupa destination, origin, dan time. Kemudian promosi seperti branding, advertising, dan selling, serta media seperti paid, owned media, social media, dan endorser," ujar Arief.

Selain itu, Arief juga menjelaskan kembali kebijakan percepatan pembangunan sepuluh destinasi prioritas yaitu, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, agar pemerintah daerah secara serius dan konkrit mendukung dan melaksanakan upaya percepatan pembangunan sepuluh destinasi pariwisata prioritas tersebut," kata Arief.

Menurut Arief, satu critical success factor dari upaya percepatan pembentukan manajemen yang terintegrasi atau single destination adalah single management.

Perwujudan dari manajemen terpadu itu, lanjut Arief adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Badan Otoritas pada empat KEK yang ditetapkan pemerintah yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, dan Tanjung Kelayang dengan Peraturan Pemerintah (PP), sedangkan untuk Badan Otoritas akan dibentuk melalui payung hukum berupa Peraturan Presiden.

Dalam Rakornas Kepariwisataan yang mengangkat tema "Sinergi Pusat dan Daerah Menuju 12 Juta Wisman dan 260 Juta Wisnus Tahun 2016" diikuti 700 peserta antara lain, anggota Komisi X DPR, instansi terkait, dinas pariwisata provinsi, kabupaten dan kota, kalangan akademisi, asosiasi atau industri pariwisata, komunitas pariwisata dan media.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenpar dengan beberapa stakeholders, antara lain BMKG, Singapore Airlines, Garuda Indonesia, Kementerian PUPR, Bank Tabungan Negara (BTN), Akademi Bahasa Asing Bina Sarana Informatika, Politeknik Kota Malang, Politeknik Aceh, President University, Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia dan Universitas Papua.

 Dikutip dari Antaranews

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});