Menteri Perindustrian: Esemka Belum Bisa Jadi Mobil Nasional

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Menteri Perindustrian: Esemka Belum Bisa Jadi Mobil Nasional Joko Widodo dan Airlangga Hartarto (sumber: Merdeka.com)

Winnetnews.com - Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI, mengatakan bahwa untuk saat ini, mobil Esemka belum bisa menjadi mobil dinas menteri atau kepresidenan.

“Ya kan dia baru produksi mobil pikap. Mobil menteri apakai apa? Pikap? Menteri pakai pikap, memang semua barangnya apa?” ujar Airlangga, dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (11/09).

Menurut Airlangga, jika Esemka mengembangkan jenis mobil lain, terutama mobil yang bisa digunakan untuk dinas kepresidenan, tentu pemerintah tidak akan segan untuk membantu pengembangannya. Ia juga menekankan bahwa secara kualitas Esemka punya kesamaan dengan mobil-mobil pabrikan internasional.

Tuntutan dan sindiran masyarakat yang meminta Esemka jadi mobil kepresidenan juga didukung oleh Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasir Djamil.

Sebelumnya Djamil menyindir Jokowi untuk beralih dari Mercedes-Benz S 600 ke mobil Esemka.

“Presiden harusnya mengawali penggunaan mobil Esemka terlebih dahulu, supaya masyarakat bisa meniru. Jangan pakai Alphard atau Mercy terus,” ujar Djamil, dikutip dari CNN Indonesia.

Tidak hanya itu, Djamil juga meminta PT Solo Manufaktur Kreasi untuk lebih terbuka mengenai komponen yang digunakan, apakah keseluruhannya menggunakan barang-barang negeri atau tidak.

Djamil juga mengingatkan Jokowi untuk tidak buru-buru mengumumkan Esemka sebagai mobil nasional. Jangan sampai Esemka bernasib sama dengan proyek Mobil Timor di era Orde Baru yang harus mandek di tengah jalan.

Apa Reaksi Kamu?