Menteri Pertanian Sampaikan Pernyataannya Terkait Polemik Beras

Zulkarnain Harahap
Zulkarnain Harahap

Menteri Pertanian Sampaikan Pernyataannya Terkait Polemik Beras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman/Foto: Zool WNN

WinNetNews.com - Menghangatnya suhu opini di masyarakat terkait penggerebekan beras di Bekasi, juga menjadi perhatian dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Pak Menteri menyatakan dengan mempersilahkan perusahaan swasta untuk membeli gabah petani dengan harga tinggi. Akan tetapi, Mentan menegaskan, para pelaku swasta jangan menjual gabah yang telah diproses menjadi beras dengan harga jual yang tinggi.

"Alhamdulillah, saya senang kalau (gabah petani) dibeli tinggi. Tetapi jangan dijual mahal. Tegas, jangan untung sampai 200 persen," kata Amran seperti keterangan resmi yang diterima, Selasa (25/07/2017).

Menurut Amran, tata niaga beras yang saat ini tengah tangani bersama oleh Satgas pangan justru bertujuan untuk mewujudkan ekonomi yang berkeadilan mulai dari petani sebagai produsen, pedagang, hingga konsumen.

"Kami ingin agar disparitas harga jangan terlalu tinggi, ingat dulu cabai rawit sudah selesai, bawang putih sudah selesai, bawang merah selesai. Sekarang kita hadapi beras," ungkap Amran.

Amran kembali menegaskan, permasalahan ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Maka, jika bermasalah negara justru akan mengalami kesulitan. Dengan itu, dirinya menegaskan persoalan beras saat ini tidak sama sekali bersangkutan dengan ranah politik.

"Mari selesaikan bersama, jangan dicampur. Ini urusan hukum, politik enggak ada hubungannya. Kami bergerak profesional, kemudian ingin menata tata niaga rantai pasok yang panjang yang biasanya petani berteriak, konsumen berteriak," tegas Mentan.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp 3.700 per kilogram dengan kadar air 25 sampai 30 persen.

Sementara itu, PT. IBU diduga membeli gabah di tingkat petani dengan harga Rp 4.900 per kilogram, jauh di atas harga pasar. Kemudian gabah diproduksi menjadi dua merek beras dengan harga jual berbeda, merk pertama dijual seharga Rp 13.700 per kilogram dan merk kedua seharga Rp. 20.400 per kilogram.

Seperti diberitakan, gudang beras milik PT. IBU di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/07/2017), digerebek polisi. Penggerebekan dilakukan terkait dugaan manipulasi kandungan beras dan juga pemalsuan beras medium menjadi beras premium. Sementara itu, PT. TPS, induk PT. IBU membantah telah melakukan manipulasi dan pemalsuan jenis beras.

Apa Reaksi Kamu?