(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menteri Rini: Pertamina Fokus ke Bisnis Migas

Muchdi
Muchdi

Menteri Rini: Pertamina Fokus ke Bisnis Migas

WinNetNews.com - Tercatat 8 bandara tersebar di beberapa lokasi yang di miliki oleh PT Pertamina (Persero), di antaranya Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan dan Bandara Tunggul Wulung di Cilacap. Tidak hanya itu, Pertamina juga memiliki anak usaha yang fokus di bidang carter pesawat bernama Pelita Air Services.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, meminta Pertamina untuk fokus ke bisnis minyak dan gas (migas).

Baca Juga: Garuda Indonesia, Maret 2016 Terbang dari Bandara Pondok Cabe

"Kenapa saya mendorong sinergi Pertamina karena bisnisnya bukan di aviasi. Pertamina bisnis utamanya di oil and gas (minyak dan gas), maka kita harus fokus," kata Rini, saat acara kerja sama Garuda Indonesia dan Pertamina dalam Sinergi Kemitraan Global, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, di lansir dari detik finance, Senin (30/11/2015). lanjut Rini, Pertamina diminta mensinergikan lini bisnis di luar migas dengan BUMN lain. Di antaranya adalah, kerja sama pemanfaatan Bandara Pondok Cabe, maskapai carter, serta fasilitas jasa perawatan pesawat (MRO) milik anak usahanya dengan Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia yang juga sesama BUMN, dinilai memiliki kompetensi di bidang industri aviasi. "Garuda dan Citilink (anak usaha Garuda), makin sehat. Di 2015 sudah untung. Itu satu keberhasilan Garuda. Ke depan, Pelita Air dikerjasamakan dengan Garuda. Ini beri keuntungan kedua pihak. Operasional cost makin efisien karena pemanfaatan bandara makin optimum," ujarnya.

 

Lewat kerja sama pemanfaatan sewa Bandara Pondok Cabe saja, Pertamina bisa memperoleh pendapatan hampir Rp 40 miliar per tahun. Pendapatan ini diperoleh bila Garuda Indonesia mulai membuka rute di Bandara Pondok Cabe pada Maret 2016.

Pendapatan ini di luar penjualan avtur untuk mendukung operasional armada ATR 72-600 Garuda Indonesia. Per hari, Garuda Indonesia berencana membuka 25 rute dari Bandara Pondok Cabe ke 8 destinasi di Jawa bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, dan Sumatera bagian selatan.

"Memang Rp 40 Miliar masih kecil. Tapi, kedua BUMN bisa sinergi marketing. Pertamina perusahaan global, bisa kerjasama pasok avtur Pertamina," jelasnya.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});