Menteri Siti Nurbaya Jadi Inspektur Upacara di Lautan Pasir Bromo

Menteri Siti Nurbaya Jadi Inspektur Upacara di Lautan Pasir Bromo

Rabu, 17 Agt 2016 | 20:36 | Ahmad Mashudin

WinNetNews.com - Upacara bendera yang digelar ribuan warga suku Tengger dan masyarakat di kaldera lautan pasir Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu siang, dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

"Menteri Siti Nurbaya menjadi inspektur upacara bendera dalam rangka HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di lautan pasir Gunung Bromo," kata Kepala Bagian Komunikasi dan Informatika Kantor Bagian Komunikasi dan Informatika Probolinggo Yulius Christian di Probolinggo, Rabu.

Sebelum menjadi inspektur upacara, Siti Nurbaya Bakar dikukuhkan menjadi warga kehormatan Suku Tengger dengan tanda simbolis pemberian sarung berwarna biru yang diberikan oleh tetua adat Suku Tengger.

"Upacara bendera dimulai pukul 13.00 WIB dan latar belakang digelar upacara di kaldera lautan pasir sebagai rasa syukur warga di lereng Gunung Bromo dan masyarakat Probolinggo atas kemerdekaan yang sudah diraih bangsa Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan upacara peringatan 17 Agustus 2016 merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter diatas permukaan laut dan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh masyarakat dengan mengutamakan unsur kearifan lokal.

"Upacara bendera tersebut diikuti sekitar 5.000 warga Suku Tengger, masyarakat Probolinggo, dan komunitas pariwisata di Gunung Bromo," katanya.

Kegiatan upacara yang dihadiri ribuan peserta dari kalangan warga Suku Tengger dan berbagai elemen masyarakat itu diwarnai pertunjukan Reog Ponorogo dan berbagai lomba tradisional, serta juga dikibarkan bendera merah putih raksasa dan atraksi penunggang kuda dengan membawa bendera merah putih.

Dalam pidatonya, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat adat Suku Tengger di lereng Gunung Bromo yang selama ini berperan aktif menjaga konservasi lingkungan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

"Masyarakat adat adalah elemen penting dalam pelestarian lingkungan, sehingga saya meminta peran masyarakat adat untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya masing-masing," katanya menambahkan.

Antara 

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...