Menteri Susi: Indonesia Dapat Kecaman Banyak Negara Akibat Kapal Karam Bersejarah Hilang

Menteri Susi: Indonesia Dapat Kecaman Banyak Negara Akibat Kapal Karam Bersejarah Hilang

Sabtu, 6 Mei 2017 | 20:44 | kontributor

WinNetNews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti bercerita belakangan mendapat kecaman banyak negara. Kecaman ini terkait dengan banyaknya kapal karam bersejarah di Indonesia yang hilang.

"Setahun terakhir kita dikomplain, dikutuk banyak negara," ujar Susi dalam seminar nasional kewirausahaan di Ruang Sidang Lantai 5 Gedung AR Fachruddin B, Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (6/5/2017).

Banyak negara mempertanyakan, bagaimana bisa peninggalan sejarah yang mestinya dilindungi hilang.

Padahal kapal karam yang hilang dipastikan terdapat benda muatan berharga, dan benda muatan kapal tenggelam (BMKT) lainnya.

Tak hanya itu, kapal-kapal tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Sebab mereka menjadi saksi bisu peristiwa Perang Dunia I atau Perang Dunia II, yang terjadi di perairan Indonesia.

"Kapal karam yang hilang itu adalah situs-situs (kapal) perang dunia, dan juga ada kapal niaga. Tentunya barang berharganya juga pasti ada," sebutnya.

Diduga dijarah kapal keruk atau grab hopper dredger asing. Kini pemerintah mulai gencar memburu penjarah kapal karam di Indonesia. Apalagi pemerintah tak ingin dianggap tak serius melindungi peninggalan sejarah di wilayahnya.

"Kemarin baru ditangkap kapal keruk ukuran 8.300 GT (Gross Tonnage). Itu kapal keruk nyedot besi-besi tua dari kapal-kapal tenggelam," paparnya.

"Kami sedang mencoba meminta kapal (Chuan Hong 68 berbendera tiongkok) yang diamankan Malaysia," imbuh Susi.

Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 28 April 2017, berhasil menangkap kapal Chuan Hong 68, yang sebelumnya kabur dari kejaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL). Kapal keruk ini diduga mengambil bangkai kapal karam secara ilegal di perairan Indonesia. "Kami sedang proses agar bisa dibawa pulang ke Indonesia," tutup Susi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...