Skip to main content

Menteri Yohana Kaget Ada Eksploitasi Anak, Minta Pelaku Dihukum Berat

Menteri Yohana Kaget Ada Eksploitasi Anak, Minta Pelaku Dihukum Berat
Menteri Yohana Kaget Ada Eksploitasi Anak, Minta Pelaku Dihukum Berat

WinNetNews.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Yohana Yembise mengaku kaget, ketika mendengar kasus eksploitasi anak jadi pengemis. Dia minta pelaku perdagangan anak dijerat hukuman berat. Bahkan Presiden Joko Widodo memintanya untuk menjenguk anak-anak yang menjadi korban di Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA) Bambu Apus. Ada tiga anak dan satu bayi yang dirawat di sana.

"Kita lihat kondisi bayi lemah, dan dua anak saya ajak dialog sedikit, ternyata satu tidak sekolah. Anak itu punya hak untuk sekolah. Anak tak boleh dieksploitasi dan dikerasi terutama oleh orang tua, dan siapapun itu. Kita punya undang-undang itu. Apalagi perdagangan anak," ungkapnya.

Ia meminta kepada penyidik, misalnya, pelaku adalah orang tuanya tetap diproses dengan hukuman maksimal 13 tahun bui. "Apalagi bukan orang tua pelakunya, itu sudah masuk indikasi human trafficking kena sanksi hukuman 15 tahun penjara," katanya.

Yohana, mengapresiasi kinerja anggota Polres Metro Jakarta Selatan dalam mengungkap kasus ini. Polres Jaksel bisa menjadi model polres-Polres lain karena banyak mengungkap kasus perempuan dan anak. "Kami apresiasi kasus ini. Ini kali kedua saya datang. Saya apresiasi usaha Polres dalam melindungi anak dan perempuan di Jakarta Selatan ini. Anak-anak itu aset negara, karena mereka yang akan meneruskan pembangunan negara," jelasnya.

Untuk kasus ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus eksploitasi atau perdagangan anak di bawah umur di wilayah Jakarta Selatan. Keempat tersangka berinisial SM (18), ER (17), NH (35), dan I (45). Mereka membawa seorang bayi berusia 6 bulan dan sejumlah anak berusia 5-6 tahun untuk bekerja sebagai pengemis.

Foto: m.tempo.co

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top