Menurut Penelitian, Hipertensi Ternyata Dipicu oleh Gula
ilustrasi

Menurut Penelitian, Hipertensi Ternyata Dipicu oleh Gula

Sabtu, 22 Jun 2019 | 20:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Jika kita membahas tentang penyebab utama dari masalah hipertensi, hal pertama yang akan terpikirkan biasanya adalah konsumsi garam. Memang, kandungan natrium di dalam garam bisa membuat pembuluh darah menyempit sehingga membuat tekanan darah naik dengan signifikan, namun pakar kesehatan menyebut kebanyakan kasus hipertensi justru dipicu oleh gula, bukannya garam. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dampak konsumsi gula bagi tekanan darah tinggi

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam British Medical Journal (BMJ) pada Desember 2014, dihasilkan fakta bahwa hipertensi dan masalah kardiovaskular lainnya bisa ditekan risikonya jika kita mau menurunkan asupan gula.

“Selain memiliki kaitan dengan berat badan dan risiko diabetes, gula sebenarnya juga bisa memberikan pengaruh lebih besar bagi tekanan darah. Bahkan, dampaknya jauh lebih besar dari garam. Hal ini disebabkan oleh kandungan fruktosa monosakarida yang bisa meningkatkan tekanan darah dengan lebih cepat,” ungkap James di Nicolantonio, salah satu peneliti yang terlibat dari Saint Luke’s Mid America Heart Institute.

James menyebut sebagian pakar kesehatan ternyata masih memperdebatkan apakah penurunan asupan garam memang bisa memberikan pengaruh besar bagi tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh pengaruh dari konsumsi gula pada hal yang sama.

Sebagai contoh, penelitian ini membuktikan bahwa penurunan asupan garam hanya akan memberikan dampak penurunan tekanan darah yang cenderung kecil. Bahkan, jika penurunan asupan garam ini sangat ekstrem, bisa jadi akan kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa konsumsi 74 gram fruktosa dalam sehari sudah mampu memicu peningkatan tekanan darah hingga 77 persen. Hal ini berarti, kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis memang bisa memicu hipertensi.

“Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi gula bisa memberikan pengaruh besar bagi risiko penyakit kardiovaskular. Gula pada minuman manis misalnya, bertanggung jawab pada 180 ribu kematian setiap tahun,” ungkap James.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...