Skip to main content

Menurut Riset Dari Populi Center, 51,3 Persen Warga DKI Pilih Anies Baswedan Karena Suka Dengan Visi Misinya

sumber foto : istimewa
sumber foto : istimewa

Winnetnews.com - Masyarakat DKI Jakarta masih mengutamakan visi misi dan program pasangan calon sebagai alasan memilih paslon kandidat di putaran kedua ketimbang alasan lain saat melakukan pencoblosan di bilik suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran II, yang berlangsung serentak, Rabu (10/4/2017).

Hal ini terbukti dari responden yang diwawancarai Populi Center dalam Exit Poll Pilkada DKI Jakarta 2017 mendapati, 51,3 persen responden mengaku memilih paslon di Pilkada DKI Jakarta dengan alasan suka dengan visi misi dan program paslon tersebut.

Hanya sebanyak 11,8 persen responden saja yang mengaku memilih dengan alasan karena kesamaan agama.

Berikutnya, sebanyak 11,4 persen responden mengaku memilih pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta karena suka terhadap pasangan calon gubernur tersebut.

Selanjutnya, sebanyak 9,6 persen responden mengaku memilih paslon karena suka dengan sifat dan gaya kepemimpinan cagub dan cawagub tersebut.

Alasan lain-lain di luar yang disebut di atas hanya dipilih oleh sekitar 3 persen responden atau kurang dari itu.

Yang menarik, berdasar data persebaran pemilih berdasarkan alasan memilih, pasangan Anies-Sandi mendapatkan dukungan responden lebih banyak terkait dengan alasan memilih mereka karena suka dengan visi dan misi serta programnya.

Pasangan ini mendapatkan 45 persen dari total responden. Sementara, pasangan Ahok-Djarot hanya 41 persen.

Begitu juga alasan respon memilih karena alasan suka terhadap sosok tokoh/calon gubernur tersebut. Anies Baswedan meraih 61,4 persen responden yang memilihnya karena alasan ini. Sementara, Basuki Tjahaja Purnama hanya 30,7 persen.

Begitu juga ketika responden menyatakan alasan memilih pasangan wakil gubernur karena alasan suka pada sosok tersebut. Sandiaga Uno mendapat 56,6 persen dan Djarot Syaiful Hidayat 28,3 persen.

Tentang alasan memilih paslon karena suka pada latar belakang partai pengusungnya, pasangan Anies-Sandi meraih 70,4 persen responden dan Ahok-Djarot 25,9 persen.

Metodologi

Populi Center dalam Exit Poll Pilkada DKI Jakarta 2017 melakukan wawancara tatap muka di enam wilayah DKI Jakarta pada 19 April 2017 dengan interval waktu exit poll adalah 07.30 WIB untuk responden pertama, 08.00 WIB untuk responden kedua, 08.30 WIB untuk responden ketiga, dan 09.00 WIB untuk responden keempat.

Besaran sampel adalah 2000 responden, dipilih sesuai dengan interval (responden dengan nomor kues ganjil untuk laki-laki dan responden dengan nomor kues genap untuk perempuan).

Margin of error survei ini kurang lebih 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Wilayah TPS yang dijadikan sampling dipilih secara simple random sampling berdasarkan jumlah TPS di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat , Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu.

Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap TPS dialokasikan 4 responden.

Proporsi gender ditentukan 50 banding 50. Sampel diambil dengan metode simple stage random sampling sebanyak 500 TPS.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top