Skip to main content

Menyimpan Sejarah Zaman Penjajahan, Kopi Kawa Daun

Menyimpan Sejarah Zaman Penjajahan, Kopi Kawa Daun
Menyimpan Sejarah Zaman Penjajahan, Kopi Kawa Daun

Kopi menjadi minuman favorit masyarakat. Selain rasanya yang enak, kopi juga bermanfaat sebagai pengusir kantuk dan tepat diminum di saat santai sore bersama teman-teman. Biasanya, kopi berasal dari biji kopi yang diolah menjadi kopi bubuk. Lalu bagaimana jika ada kopi yang diolah dari daunnya dan bukan bijinya? Daun kopi ini direbus hingga berwarna kecoklatan kemudian ditambahkan susu atau gula. Sebelumnya daun kopi ini diasap (di-sangai) terlebih dahulu. Minuman asal Sumatera Barat ini dikenal dengan sebutan Kopi Kawa Daun. Harganya relatif terjangkau. Satu gelas kopi kawa dijual dengan harga lima ribu sampai 10 ribu rupiah saja.

image0

Minuman ini juga disajikan dengan cara yang unik. Batok kelapa digunakanan sebagai penggati gelas, sementara sebagai tatakannya digunakan potongan bambu. Minuman tradisional ini juga memyimpan cerita sejarah pada masa penjajahan Belanda, pada zaman kolonial belanda, minuman kopi tidak dapat dinikmati oleh kaum pribumi karena hampir seluruh hasil kopi diekspor ke negeri koloni. Untuk memenuhi keinginan meminum kopi itulah masyarakat mengambil daun kopi kawa dan mengolahnya menjadi minuman yang diminum menggunakan batok kelapa. Hingga saat ini, cara meminum kawa daun masih sama, yaitu menggunakan batok kelapa.

image1

Rasa yang dimiliki kawa daun ini adalah perpaduan rasa teh dan kopi. Anda dapat menikmati kawa daun ini bersama makanan khas lainnya seperti kue bika, lemang, dan durian. Jika Anda berkunjung ke Sumatera Barat Anda dapat mencoba nikmatnya sensasi minum kopi seperti pada masa penjajahan. Bayangkan, betapa nikmatnya menikmati kopi ini sambil menikmati pemandangan alam terbuka yang indah.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top