Menyusuri jejak pelaku teror Sarinah di Karawang

Menyusuri jejak pelaku teror Sarinah di Karawang

Sabtu, 16 Jan 2016 | 08:53 | Muchdi
WinNetNews.com - Pelaku teror dengan melakukan pengeboman dan penembakan di Sarinah Thamrin pada Kamis 14 Januari lalu, terindikasi bernama Afif yang merupakan seorang residivis kasus terorisme di Aceh.

Afif yang diketahui memiliki nama asli Sunakin, mempunyai jejak di Kabupaten Karawang. Afif pria asal Kabupaten Subang itu, pernah tinggal di Pondok Pesantren Miftahus Saadah, Jalan Kamojing Barat, Dusun Duren 2 sejak tahun 2000.

Menurut Kepala Desa Duren, Abdul Halim, tahun 2007, Afif alias Sunakin memperoleh KTP sebagai warga Desa Duren, dan kemudian tahun 2008 pindah ke Dusun Puri Kosambi. Selama tinggal di Karawang Afif mendapatkan KTP dengan Nomor Induk kependudukan (NIK) 1017030501810008. Namun karena tidak diperpanjang untuk terdaftar dalam registrasi ulang E-KTP, KTP-nya tidak berlaku lagi.

 

Kemudian pada Maret 2008, Afif mengontrak di Dusun Duren, RT 16/ 5, Desa Duren, Kecamatan Klari.  "Dia mengontrak di sebuah rumah pada Maret 2008. Sampai terakhir tahun 2009. Dia bikin KTP dengan alamat Duren ini," kata Kades Duren, Abdul Halim. Jumat (15/1).

Sebelum menempati kontrakan, waktu itu Afif mengaku bekerja di Pabrik Ban Bridgestone. Namun setelah mengontrak dia tak pernah terlihat bekerja.

Lebih lanjut, Menurut Abdul Halim, sejak tahun 2008, Afif sering mengadakan pengajian bersama para teman-temanya di Klari. Berdasarkan laporan masyarakat, pengajiannya terindikasi sesat.

"Ada tiga pengajian yang saya bubarkan yaitu Pengajian di Mushola At-Taufig Kampung Duren RT/RW 14/05. Pengajian tanpa bentuk di Kampung Bobokan RT/RW 30/08 dan pengajian pimpinan Kang Ayat berasal dari Garut. Salah satu pengajian diikuti oleh Sunakin," jelas Abdul.

Afif kemudian tinggal bersama istrinya Yuniar dan dikarunia seorang anak laki-laki.

 

Semula dia tinggal sendiri karena mengaku istrinya masih kuliah di Yogyakarta. "2009 mereka pindah, dan ada kabar tahun 2010 Sunakin alias Afif ditangkap di Aceh. Setelah keluar penjara kata warga dia pernah balik ke bekas kontrakannya, tapi hanya sehari," katanya.

Abdul mengaku sejak saat itu dia tak lagi mendapat kabar mengenai keberadaan Afif. "Baru sekarang saya dapat kabar bahwa salah satu pelaku teror adalah Afif. Dan benar foto yang beredar di TV dan internet itu Afif," tambah Abdul.

Saat ini, kata Abdul, rumah kontrakan yang telah ditinggal Afif sejak tahun 2009 lalu itu telah kosong, dan telah berganti orang yang mengontrak.

Selain Afif, sosok lain yang diduga terlibat teror Sarinah Thamrin adalah Sugito. Pria 42 tahun itu, tinggal di Perumahan Griya Panorama Indah, RT 03 RW 12, blok E2 nomor 66, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang.

 

Menurut Suhebi, Ketua RT setempat, Sugito dikenal sebagai sosok yang supel dalam pergaulan. Meski ia mempunyai kesan tertutup tentang pribadinya. "Ketika ditanya kerjaan. Dia hanya bilang bekerja sebagai kurir di jasa pengiriman barang di daerah Petojo, Jakarta," ungkap Suhebi.

Sugito menempati salah satu rumah pribadinya, bersama istri dan tiga anaknya, serta satu orang cucu.  Sugito berasal dari Kebumen dan mulai tinggal di Karawang pada tahun 1998. Dalam satu tahun terakhir, Sugito memiliki kehidupan yang mapan dan membeli enam unit rumah petak di lingkungan perumahan sekitar tempat tinggalnya.

"Ia beli rumah tunai, sebagian dikontrakan," ujar Nasarudin, salah seorang tetangganya. Namun pasca insiden teror, Sugito menghilang. Warga mengetahui Sugito tewas karena ikut terlibat dalam kasus tersebut.

"Siangnya kejadian, pada Kamis malam istri dan anaknya kemudian dibawa orang tidak dikenal dengan menggunakan mini bus. Kemungkinan yang bawa Polisi, karena sebelumnya ke pak RT ada anggota Densus mencari keterangan Sugito," terang Nasarudin.

sumber dari Merdeka, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...