Merasa Dilecehkan, Korut Sebut Eks Wapres AS Gila
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. [Foto: voanews.com]

Merasa Dilecehkan, Korut Sebut Eks Wapres AS Gila

Jumat, 15 Nov 2019 | 15:25 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Siapa sih yang tak kesal dan menuangkan amarahnya lewat pemberitaan jika seorang pejabat atau kepala negara sudah dilecehkan? Hal itu dialami Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un yang telah dilecehkan eks Wakil Presiden Amerika Seritak (Wapres AS) Joe Biden.

Biden yang juga diketahui sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat dengan lancang melecehkan Kim Jong Un. Menyikapi hal tersebut, Pemertintah Korut lewat kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA) pun menyerang balik Biden.

“Orang gila seperti Biden dapat melukai banyak orang jika mereka diizinkan berlari. Mereka harus dipukuli sampai mati dengan tongkat. Melakukan itu juga akan bermanfaat bagi AS," ujar kantor berita tersebut, seperti CNNIndonesia.com dari AFP pada Jumat (15/11).

Sumpah serapah itu diluncurkan tak lama setelah Biden merilis iklan kampanye pada pekan ini yang mengutuk kebijakan luar negeri Trump. Dalam kampanye tersebut Biden mengatakan Trump telah memuji diktator dan tirani, sementara menyingkirkan sekutu melalui kebijakannya.

Meski tidak secara gamblang mengarahkan pernyataan tersebut ke Pyongyang, kata-kata tirani dalam iklan itu berbarengan dengan munculnya gambar Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Singapura tahun lalu.

image0
Eks Wapres AS, Joe Biden. [Foto: BBC.co.uk]

KCNA memandang Biden telah memfitnah kepemimpinan tertinggi DPRK atau Korut. Mereka menyamakan Biden dengan binatang gila yang kerap melukai banyak orang. Selain itu KCNA juga mengolok Biden menderita demensia dan tidak kunjung terbangun dari tidur. Serupa dengan olokan Trump yang kerap menyebut Biden dengan sebutan sleepy Joe.

"Sepertinya sudah tiba saat baginya untuk meninggalkan hidupnya," tulis KCNA.

Ini bukan kali pertama Korut mengolok Biden. Pada bulan Mei lalu, Biden juga pernah disebut bodoh dan memiliki IQ rendah setelah menyebut Kim sebagai diktator dan tiran. Seorang peneliti senior di Institut Sejong, Korea Selatan (Korsel) mengatakan retorika yang diungkapkan kantor berita itu menunjukkan sikap tidak sabar Korut terhadap kritik ke pemimpinnya.

"Pyongyang selalu benci mendengar pemimpinnya dicap sebai tiran atau diktator oleh dunia luar," tuturnya.

Kendati demikian spesialis propaganda Korut dari Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan mengakui olokan terhadap Biden kali ini termasuk ekstrem. Metafora ‘menghabisi anjing’ sendiri sudah beberapa kali dilayangkan oleh Korut.

Trump bahkan pernah menjadi target amarah Pyongyang pada 2017 lalu. Kala itu kedua pemimpin negara tersebut saling lempar cercaan dan ancaman sebelum akhirnya bertemu dan berekonsiliasi.

Ketika pertengkaran semakin memanas, Kim pernah mengolok Trump sebagai orang Amerika yang gila mental sehingga harus dijinakkan dengan api. Kemudian olokan disusul oleh KCNA yang menyebut Trump sebagai ‘anjing gila’. [cnnindonesia]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...