(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Merasa Kurus, Ini Cara Menaikan Berat Badan yang Aman dan Sehat

Rusmanto
Rusmanto

Merasa Kurus, Ini Cara Menaikan Berat Badan yang Aman dan Sehat ilustrasi

Winnetnews.com - Salah satu masalah terbesar yang sering dialami oleh banyak orang adalah obesitas. Kenaikan lemak yang cepat di tubuh membuat berat badan tidak terkontrol. Akhirnya kondisi obesitas tidak bisa dicegah. 

Meski banyak yang berjuang dengan masalah obesitas, tidak sedikit pula yang harus berjuang dengan tubuhnya yang cenderung kurus dan susah untuk dinaikkan berat badannya.
 

Kriteria orang yang underweight

Seseorang dikatakan memiliki kondisi underweight atau berat badan rendah kalau Body Mass Index atau BMI berada di bawah 18,5. Normalnya, seseorang akan memiliki indeks antara 18,5 dan 24,9. Kalau Anda memiliki skala di atas 25, artinya berat badan terlalu berlebihan atau overweight. Lalu kalau indeks berada di atas 30, Anda sudah dikatakan mengalami obesitas.

Seseorang yang memiliki badan kurus dan berat badannya kurang cenderung mengalami masalah dengan gizinya. Mungkin sejak kecil sering kekurangan nutrisi yang berdampak pada tubuh saat dewasa. Selain itu kebiasaan makan yang sedikit juga memicu kondisi ini. Gangguan kesehatan dan bentuk tubuh secara umum juga memiliki andil dalam masalah berat badan yang kurang.

Memiliki berat badan yang kurang bukan berarti Anda dinyatakan tidak sehat dan berpenyakit. Seseorang bisa saja sehat dengan BMI yang sangat rendah. Namun, mereka sangat berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan. Jadi, terlalu kurus atau terlalu gemuk juga sangat berbahaya.
 

Risiko kesehatan orang underweight

Selama ini masalah kesehatan selalu dihubungkan dengan orang yang memiliki obesitas. Namun, mereka yang mengalami underweight sekali pun tetap berisiko mengalami masalah. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, seseorang dengan kondisi underweight atau terlalu kurus rentan mati muda. Risiko untuk pria 140 persen lebih besar dan wanita 100 persen lebih besar dari mereka yang berat badannya normal.

Dengan risiko yang besar, dampak yang didapatkan oleh mereka yang underweight lebih parah dari mereka yang overweight dan obesitas. Seseorang dengan kondisi obesitas sekalipun memiliki kemungkinan mati lebih cepat sebesar 50 persen.

Memiliki badan yang terlalu kurus juga berhubungan dengan masalah imunitas. Seseorang dengan kondisi ini akan mudah sekali sakit karena daya tahannya rendah. Mereka akan mudah mengalami infeksi atau sejenisnya. Selanjutnya risiko mengalami pengeroposan tulang juga besar. Pada wanita, kondisi ini bisa memicu osteoporosis dan patah tulang.

Wanita yang terlalu kurus kerap mengalami masalah dengan menstruasinya. Beberapa orang menstruasi atau tidak teratur. Menstruasi yang tidak teratur membuat wanita mengalami masalah dengan organ reproduksinya. Masalah itu bisa berupa gangguan ovarium, hingga sulitnya mengalami hamil.

Orang dengan badan kurus juga cenderung lemah. Sedikitnya otot yang dimiliki membuat alat geraknya tidak kuat. Mengangkat benda berat hingga  berjalan agak jauh akan sangat menyiksa.

Kalau Anda mengalami masalah dengan berat badan yang terlalu rendah, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan makan lebih banyak. Namun, Anda tetap harus memperhatikan beberapa aturan agar penambahan berat badan berjalan dengan lancar.

  1. Tubuh harus surplus kalori

    Aturan pertama dan sangat sederhana kalau Anda ingin mengalami kenaikan berat badan. Pertama adalah dengan menaikkan asupan kalori harian. Kalau tubuh tidak mengalami surplus, tubuh akan susah menambah lemak dan juga otot. Jadi, pastikan menghitung kebutuhan kalori harian terlebih dahulu baru ditambah dengan kalori baru sebanyak 500-1000 kalori.

    Sebagai perbandingan, seseorang yang surplus kalori sebanyak 1000 selama seminggu, tubuh akan mengalami kenaikan berat badan sebanyak 0,9-1 kilogram. Dalam satu bulan, Anda bisa naik hingga 4 kilogram.
     
  2. Mengonsumsi lebih banyak protein

    Konsumsi lebih banyak protein lagi kalau Anda ingin memiliki pertumbuhan otot yang masif. Protein yang berkualitas akan membuat sintesis otot berjalan dengan cepat. Apalagi kalau Anda mengonsumsinya setelah latihan dan memakai protein bubuk jenis whey.

    Kalau otot mudah terbentuk, berat badan juga ikut naik. Oleh karena itu, siapkan protein sesuai kebutuhan.
     
  3. Lemak dan karbohidrat sehat 3 kali sehari

    Penunjang protein yang baik adalah lemak dan karbohidrat. Anda bisa mengonsumsi aneka lemak asal sehat seperti lemak omega-3 dari ikan laut. Selanjutnya karbohidrat bisa didapatkan dari nasi putih. Kalau Anda ingin yang lebih sehat bisa menggunakan nasi merah atau ubi.

    Makan dua sumber nutrisi ini minimal 3 kali sehari. Anda bisa makan hingga 6 kali sehari dengan porsi lebih sedikit.
     
  4. Camilan sehat

    Kalori dari makanan berat saja kadang membuat kita agak susah menerimanya. Kondisi seperti enek bisa saja terjadi. Nah, kalau Anda tidak mau mengalami gangguan saat makan, coba selingi dengan camilan saja. Aneka biji dan kacang sangat cocok untuk menaikkan berat badan.
     
  5. Angkat beban

    Beberapa orang mengatakan kalau ingin badannya membesar, jangan terlalu banyak olahraga. Nanti kalori yang dimakan akan terbakar. Namun, dengan olahraga, tubuh akan terpacu membangun otot baru. Apalagi setelah lelah olahraga, Anda langsung menyuplainya dengan protein cepat serap.

    Seperti yang dikatakan sebelumnya, orang dengan kondisi underweight cenderung lebih cepat lelah dan kekuatannya rendah. Dengan melakukan angkat beban, tubuh akan mengalami kenaikan kekuatan otot. Jadi, saat tubuh membesar, kekuatannya juga ikut naik.
     

Inilah beberapa ulasan tentang beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menaikkan berat badan dengan baik. Nah, dari beberapa cara di atas, adalah yang pernah Anda lakukan untuk membuat tubuh yang cenderung kurus menjadi lebih berisi? Lakukan tips di atas dengan baik dan bila perlu dikonsultasikan dengan dokter agar diberi metode yang lebih tepat dan terarah.

 

 

 


Artikel ini telah tayang di doktersehat.com dengan judul "5 Tips Menaikkan Berat Badan yang Aman dan Sehat"
 

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});