Merokok di Lingkungan Keluarga, Apa Saja Dampaknya?
Source: via healthclubfinder.org

Merokok di Lingkungan Keluarga, Apa Saja Dampaknya?

Senin, 4 Nov 2019 | 12:25 | Annastasya Kumala

Winnetnews.com - Merokok adalah kegiatan yang sudah sangat lumrah di semua kalangan saat ini. Walaupun kita semua tahu akan bahaya rokok, terlebih sudah banyaknya kasus dimana orang mendapatkan penyakit ataupun meninggal dunia karena rokok, tetapi sepertinya bahaya rokok ini masih saja tidak membuat perokok berhenti merokok.

Setiap perokok memiliki alasan mengapa mereka memilih untuk merokok. Umumnya mereka merokok karena rokok dianggap sebagai penghilang stres, merokok awalnya hanya sekedar coba-coba dan mengakibatkan ketagihan pada rokok, ataupun karena lingkungan sosial yang dimana mayoritas lingkungan tersebut adalah perokok.

Yang semakin menghawatirkan saat ini adalah perokok aktif tersebut tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga membahayakan orang disekitarnya yang tidak merokok yaitu perokok pasif.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya, penggunaan tembakau membunuh setidaknya delapan juta orang. Badan PBB melaporkan 3,3 juta pengguna tembakau akan meninggal karena penyakit yang terkait dengan paru-paru.

Jumlah ini termasuk orang yang terpapar asap rokok orang lain, di antaranya lebih dari 60.000 anak di bawah usia lima tahun yang meninggal akibat infeksi saluran bawah pernapasan karena menjadi perokok pasif.

Malang bukan nasib para perokok pasif? dimana mereka dipaksa untuk menghirup asap rokok dari perokok yang merokok disekitar mereka. Perokok hanya terus merokok tanpa memikirkan lingkungan sekitarnya.

Tapi, bagaimana jika perokok tersebut tidak sadar bahwa asap rokok mereka juga membahayakan keluarga sedarahnya sendiri? Yup, banyak perokok tidak sadar bahwa orang yang mereka cintai yaitu, keluarga, juga menjadi perokok pasif. Terlebih merokok di rumah sudah seperti hal yang sangat biasa. Sedangkan banyaknya anggota keluarga seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang seharusnya tidak menghirup asap rokok.

“Merokok itu sudah seperti kebiasaan orang-orang saat ini. Tetapi yang paling disayangkan adalah perokok suka lupa bahwa rokok tidak cuma membahayakan dirinya sendiri tetapi juga membahayakan orang banyak. Bahaya utama asap rokok itu tidak cuma paru-paru aja, tapi juga bisa bikin kanker. Sangat menyedihkan sih kalau liat perokok pasif saat ini. Karena hitungannya bahaya rokok akan berkali-kali lipat dirasakan oleh perokok pasif daripada perokok aktif” ujar dr.Fernandez Liman SpA(k) saat diwawancarai di rumah sakit Husada kawasan Jakarta Barat.

Apa saja bahaya asap rokok bagi anak-anak, ibu hamil dan juga lansia?

1. pada anak kecil:

Asma, meningitis, sindrom kematian bayi mendadak, preumonia, bronkitis.

2. pada ibu hamil:

Keguguran, bayi lahir dengan berat di bawah rata-rata, bayi lahir dalam keadaan mati.

3. pada lansia:

Pikun, kanker jantung dan paru-paru  (anak-anak dan juga ibu hamil dapat terkena penyakit ini).

Menyedihkan bukan? Dimana orang-orang mempunyai hak untuk menjaga kesehatannya sendiri, orang-orang mempunyai hak untuk tidak menghirup asap rokok, orang-orang mempunyai hak untuk mempunyai paru-paru yang bersih. Tetapi keadaan sekitar memaksa mereka menghirup asap rokok.

Apakah dikatakan perokok yang merokok sembarangan tanpa mempedulikan orang di sekitar mereka adalah orang yang egois? Ya. Perokok dapat dikatakan egois. Perokok memiliki ego yang sangat tinggi. Perokok tidak sadar karena asap rokok mereka, dapat menghasilakan banyak orang di sekeliling mereka yang terkena penyakit dan juga menjadi korban akibat menjadi perokok pasif.

Bagi kamu perokok aktif yang masih suka merokok di sekitar orang lain, yuk, mulai ubah kebiasaan buruk ini. Hal utama yang harus kamu ingat, dengan kamu tidak merokok sembarangan kamu sudah menyayangi nyawa orang yang kamu cintai, lho!

Dan bagi kamu perokok pasif, sebisa mungkin hindari asap rokok dan juga jangan takut untuk menegur orang yang merokok sembarangan di sekitar kamu. Kamu punya hak untuk menjalani hidup bebas asap rokok!

***

 

Penulis adalah mahasiswi London School of Public Relations, Jakarta.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...