Meski Gencatan Senjata, Turki Membangkang Tetap Bangun Pos di Perbatasan Suriah

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Meski Gencatan Senjata, Turki Membangkang Tetap Bangun Pos di Perbatasan Suriah Militer Turki berada di perbatasan Turki-Suriah. [Foto: Reuters]

Winnetnews.com - Konflik Suriah dengan Turki masih berlanjut meskipun Amerika Serikat (AS) meminta gencatan senjata. Hal ini diperkuat dengan pembangunan pos militer oleh Turki di dalam wilayah Suriah.

Hal tersebut rupanya mendapat penolakan dari Iran perihal pembangunan pos militer di perbatasan wilayah Suriah. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Mousavi, integritas Suriah mestinya harus dihormati.

"Kami menentang Ankara [ibu kota Turki-red] membangun beberapa pos militer di Suriah. Isu itu harus diselesaikan melalui cara diplomatik. Integritas Suriah harus dihormati," tegas Mousavi saat konferensi pers yang disiarkan langsung televisi Iran, seperti dilansir SINDOnews.com, Senin (21/10).

Pekan lalu, Turki sepakat dalam perundingan dengan Wakil Presiden (Wapres) AS, Mike Pence untuk menghentikan serangan militer ke Suriah utara selama lima hari. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi. [Foto: The Strait Times]

Para pejuang Kurdi diberi waktu lima hari untuk mundur dari zona aman yang hendak dibangun Turki di dalam wilayah Suriah.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan Ankara akan tetap melancarkan serangan militer di Suriah timur laut dan menghancurkan para teroris jika kesepakatan dengan AS tidak sepenuhnya dilaksanakan.

Iran merupakan aliansi utama Suriah. Iran menawarkan mediasi antara Kurdi Suriah, pemerintah Suriah dan Turki dalam perundingan untuk menciptakan keamanan sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

Pasukan AS juga telah mulai ditarik keluar dari wilayah Suriah timur laut dan bergerak menuju Irak. Kini pasukan AS akan membantu Irak dalam menghadapi para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Apa Reaksi Kamu?