(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Meski Mengundang Kontroversi, Mau Tau Cara Cukup Ampuh Aparat Bekuk Pedofil Online?

Karna H.
Karna H.

Meski Mengundang Kontroversi, Mau Tau Cara Cukup Ampuh Aparat Bekuk Pedofil Online? Ilustrasi penangkapan pelaku pedofil/Istimewa

WinNetNews.com - Sebuah laporan jurnalistik mengagetkan beberapa pihak. Pasalnya, laporan itu memaparkan cara aparat memberangus aksi pedofilia dengan cukup kontroversial.

Satuan Tugas Argos, sebuah unit polisi Queensland, Australia, mengambil alih situs porno anak terbesar di dunia "Childs Play" sejak Oktober 2016 hingga September 2017. 

Penyamaran besar-besaran itu dilakukan guna menjebak para pedofilia yang berkeliaran lewat situs-situs porno.

Tak tanggung-tanggung, para polisi itu juga mengunggah foto mereka sendiri agar situs tersebut tampak seperti situs porno pada umumnya.

"Kami tidak membuat situs ini. Kami juga tidak ingin ada situs semacam ini. Ketika kami berhasil menyusup dan mengambil alih jaringan struktur administrasi dari situs ini, maka kami membasminya. Jadi kami tidak akan pernah membuat forum bagi para pelanggar seks anak-anak," Kata Kepala Satgas Argos, Jon Rouse, dikutip dari Russia Today, Selasa (10/10/2017).

Rouse menambahkan bahwa operasi ini dilakukan tidak hanya oleh otoritas Australia, tetapi juga bekerja sama dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa.

"Tugas kami adalah memastikan bahwa kami juga 'bermain' di wilayah yang sama dengan pelaku. Jika tidak, mereka akan selalu selangkah lebih maju," tambahnya.

Situs "Childs Play" pertama kali muncul pada April 2016 lalu dengan identitas para operator dan lokasi server yang tersembunyi. Situs tersebut digunakan para pengguna untuk mengekspos tidak hanya berbagai macam aktivitas pelecehan anak tetapi juga penyiksaan anak di bawah umur dan materi ekstrem lainnya melalui gambar dan video.

Polisi kemudian berhasil mengidentifikasi administrator sekaligus pembuat situs tersebut, yakni Benjamin Faulkner dari Kanada dan rekannya Patrick Falte dari Amerika. Keduanya ditangkap pada Oktober tahun lalu setelah bertemu dan memperkosa bocah empat tahun yang disediakan oleh situs lain di Negara Bagian Virginia.

Keduanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sejak saat itu.

Setelah menangkap para pedofil, polisi mendapatkan kata sandi situs itu kemudian mengelolanya.

"Begitu menguasai situs ini, Anda bisa melakukan apapun yang Anda inginkan. Kemudian Anda bisa memindahkannya ke manapun Anda inginkan di dunia ini," kata Paul Griffiths, salah satu peneliti utama.

Sejak berada di bawah kendali polisi, situs "Childs Play" semakin berkembang. Jumlah akun terdaftar menjadi dua kali lipat lebih banyak pada tahun 2017, sementara jumlah unggahan materi pornografi meningkat tiga kali lipat dalam kurun waktu 11 bulan.

Pada 13 September lalu situs "Childs Play" resmi ditutup. Polisi Australia mengklaim bahwa mereka memiliki bukti yang melibatkan hingga 90 anggota forum. Informasi tersebut telah dikirim ke tim di seluruh dunia, di mana ada salah satu negara dengan 900 tersangka pelecehan dari situs tersebut.

Meski penyamaran ini mengundang kontroversi, termasuk dari orang tua yang mengatakan anaknya dijadikan "umpan", Satgas Argos mengatakan akan tetap melakukan teknik serupa untuk menangkap para pedofil lainnya.

"Tim kami dan unit seperti kami di seluruh dunia sangat fokus untuk menghentikan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kami akan terus bekerja sama untuk menyusup, mengacaukan dan membongkar jaringan pelaku seks anak seperti ini," pungkas Rouse.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});