Michael Bambang Hartono, Atlet Tertua dan Terkaya di Kontingen Indonesia

Michael Bambang Hartono, Atlet Tertua dan Terkaya di Kontingen Indonesiaistimewa

WinNetNews.com - Atlet bridge Michael Bambang Hartono tercatat sebagai atlet tertua dan terkaya di kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018. Lantas apa yang akan dilakukannya jika dapat bonus Rp 1,5 miliar?

Pemerintah telah menetapkan kebijakan baru soal bonus peraih medali emas Asian Games. Selain disambut dengan karpet merah, para peraih medali emas juga diganjar bonus uang sebesar Rp 1,5 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dari Asian Games sebelumnya, di mana peraih emas hanya mendapatkan Rp 400 juta.

Bambang yang akan turun di nomor super mixed team mematok target emas. Atlet berusia 78 tahun itu optimistis dengan target tersebut meski lawan-lawan yang yang dihadapi juga kuat, terutama dari China, Jepang, dan Singapura. 

Seandainya target emas terwujud, Bambang dkk. tentu diganjar bonus uang yang cukup besar. Pertanyaan pun muncul, akan digunakan apa bonus tersebut.

Pasalnya, jika bicara soal kekayaan, Bambang dan saudaranya Budi Hartono langganan masuk deretan orang terkaya Indonesia versi Forbes. Mereka pemilik perusahaan rokok Djarum dan pemilik saham terbesar BCA. 

Menurut catatan Forbes yang dirilis Maret 2018, total kekayaan Bambang mencapai US$ 16,7 miliar atau sekitar Rp 225 triliun dan menempati urutan ke-75 orang terkaya dunia. 

"Maksudnya bagaimana ini? Pemerintah ada (memberikan) apa ya? Mau Anda pinta?" tanya Bambang dengan nada bergurau. 

"Ya akan kami sumbangkan ke pembinaan. Kami pembinaan ongkosnya mahal. Pernah di Kudus, bulutangkis, ada 100 atlet. Tapi untuk menghasilkan 1 juara seperti Liem Swie King saja ongkosnya berapa? Bisa dibayangkan saja berapa," dia menjelaskan. 

"Bridge ya bridge. Bulutangkis ya bulutangkis dong. Jangan dicampur," tegasnya lagi soal bonus dialihkan untuk pembinaan. 

Lantas bagaimana dengan usulan pemerintah yang juga akan memberikan rumah serta status Pegawai Negeri Sipil (PNS)?

"Kalau itu kan pemerintah. Coba tanya mereka dulu," ujarnya. 

"Tapi kalau status PNS sepertinya terlalu tua untuk usia bapak (Bambang Hartono). Sementara rumah akan dialihkan untuk pembinaan," timpal Ketua Umum PB Gabsi Ekawahyu Kasih dalam kesempatan yang sama dan diamini Bambang. (detiksport)