Mie Instan Korea yang Mengandung DNA Babi, Begini Cara Ngetesnya!

Rani
Rani

Mie Instan Korea yang Mengandung DNA Babi, Begini Cara Ngetesnya! mie instan Korea yang mengandung DNA Babi, begini cara ngetesnya / foto: istimewa

winnetnews.com - Salah satu cara untuk melakukan tes DNA babi pada makanan adalah dengan melalui metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Metode ini merupakan metode pengujian laboratorium yang memiliki hasil lebih akurat ketimbang rapid tes (tes cepat). Metode ini juga digunakan oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) untuk melakukan pengujian kandungan mie instan korea yang mengandung DNA babi.

Perbedaan antara rapid tes dengan PCR adalah, pada rapid tes yang diperiksa adalah potongan protein dari babi yang bisa berupa lemak maupun daging babi. Sementara pada tes PCR, yang diperiksa untuk diuji adalah DNA dari hewan babi. Meskipun memiliki kelebihan dalam hal keakuratan hasil dibandingkan dengan rapid tes, tes PCR memang memerlukan biaya yang terbilang mahal, dan hanya bisa dilakukan di laboratorium. Sebab jika alat uji terkontaminan dengan zat lain, maka akan berdampak dengan tingkat akurasi hasil tesnya.

Waktu pengujian tes PCR ini memakan waktu sekitar 8 jam (jika dikerjakan oleh yang sudah sangat ahli), hal ini karena tes PCR dilakukan melalui 3 tahapan, yakni ekstraksi, reaksi PCR dan elektroforesis.

Pada pemeriksaan PCR di produk mie instan Korea, semua DNA terambil, mulai dari babi, gandum, dan lain-lain. Hasil dari tes PCR ini, DNA babi ditemukan di dalam bumbu mie instan saja. Sementara untuk mie nya tidak mengandung DNA babi. Babi memang umum digunakan sebagai kaldu dalam bumbu mie instan. Di Jepang, kandungan bumbu tertera jelas di dalam kemasan, sehingga tanpa dilakukan pengujian, kita pun bisa mengetahui apa saja isinya.

Apa Reaksi Kamu?